Warganet Usul Patung Selogiri Wonogiri Diganti Gerobak Bakso

Patung Kanjeng Ratu Kencana Sari di dekat Terminal Giri Adipura, Krisak, Singodutan, Selogiri, Wonogiri. (Solopos - Rudi Hartono)
27 Februari 2019 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri berencana mengganti patung ikonis di Selogiri, Wonogiri, Jawa Timur. Patung yang dimaksud adalah Patung Macan di persimpangan Nambangan dan Kanjeng Ratu Kencana Sari di dekat Terminal Giri Adipura, Krisak, Singodutan.

Kedua patung itu akan diganti dengan yang lebih menonjolkan unsur kadaerahan. Kedua patung tersebut dinilai tidak merepresentasikan Kota Sukses. Namun, justru kental dengan nuansa mistis. Rencana penggantian patung tersebut mendapat beragam respons dari warganet.

Netizen mengutarakan beragam komentar unik melalui posting-an berita di akun Facebook Solopos.com, Selasa (26/2/2019). Ada yang mempertanyakan juga mengapa patung tersebut diganti. "Mistis gimana, ini patung sudah lama. Dan selama ini ya bagus-bagus saja. Belum pernah mendengar kalau itu kuda bisa berjalan. Masak mistis," komentar Wahyu.

"Hla ngapain diganti. Kalau alasannya syirik ya mending enggak usah dibangun, enggak penting," imbuh Bagas Saputra.

"Boleh ganti tapi tidak pakai anggaran. Caranya yang kuda biarkan saja. Yang simbol payung ratu dukun itu digempur. Terus diganti simbol gerobak bakso atau jamu gendong. Ini yang lebih mendekati budaya," lanjut Suwarno Setero.

"Pemerataan pembangunan lebih baik. Masih banyak jalan yang rusak," sambung Jack.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, penanda yang dibangun seperti patung monumen harus mengedukasi masyarakat. Menurutnya, Patung Macan di Nambangan dan Kanjeng Ratu Kencana tidak mencerminkan nilai atau semangat ke-Wonogiri-an. Sebaliknya, patung tersebut justru memberi kesan Wonogiri penuh budaya mistis.