2 Bulan Uji Coba, IPA Semanggi Solo Layani 6.400 Pelanggan

Petugas mengecek proses produksi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (27/2/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
28 Februari 2019 14:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi Solo sudah lebih dari dua bulan diuji coba. Hingga akhir Februari ini, IPA tersebut baru memproduksi air bersih dengan debit 80 liter/detik.

Air dari IPA itu sudah dialirkan ke 6.400 pelanggan. Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Tri Atmojo Sukomulyo, mengatakan uji coba yang dilakukan sejak 22 Desember lalu itu berbuah peningkatan penggunaan air oleh warga di Kecamatan Pasar Kliwon seperti Semanggi, Losari, sebagian Sangkrah, sebagian Joyosuran, Joyotakan, Kauman, dan Baluwarti.

“Peningkatan pemakaian rumah tangga dari rata-rata 17 meter kubik per bulan menjadi 19 meter kubik per bulan. Dampaknya, pendapatan kami bertambah Rp48 juta, padahal operasional belum dilakukan sepenuhnya,” kata dia kepada wartawan, Rabu (27/2/2019).

Triatmaja menjelaskan produksi tersebut sebenarnya berada di kisaran 60-100 meter kubik per detik. Namun, saat ini rata-rata 80 meter kubik per detik dengan tekanan di bawah satu bar.

Perumda mencoba tidak langsung mengoptimalkan tekanan hingga empat atau lima bar karena jaringan di lokasi itu masih menggunakan pipa asbes. Pipa jenis itu gampak retak apabila terkena hentakan, berbeda dengan PVC atau HDPE.

Saat ini, kerusakan jaringan dari IPA Semanggi hingga Baturono telah terdeteksi di 12 lokasi. “Karena itu kami mengajukan penyertaan modal kepada Pemkot sebagai upaya mengoptimalkan jaringan. Selain itu, juga untuk membenahi saluran pipa asbes ke pipa PVC sepanjang 12,5 km mulai dari Purwosari hingga reservoir Jebres. Proses penyusunan peraturan daerah masih berjalan. Selasa lalu telah digelar public hearing bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Bagian Hukum,” paparnya.

Kapasitas IPA Semanggi direncanakan mampu menghasilkan air bersih sebanyak 300 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan 24.000 sambungan rumah (SR). Uji coba yang dilakukan baru berdampak pada 6.400-an masyarakat.

Secara bertahap, Perumda berkomitmen menambah 6.000 SR baru, di mana 1.000 di antaranya ditargetkan rampung tahun ini. Direktur Utama Perumda Air Minum Toya Wening Solo, Maryanto, menyebut tahun ini Perum Jasa Tirta (PJT) I dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) bakal memperbaiki sistem penyadapan air yang akan dialirkan ke IPA.

Hal itu dilakukan guna mengatasi masalah pencemaran air baku Sungai Bengawan Solo. Pencemaran pernah terjadi beberapa waktu lalu yang mengakibatkan air produksi IPA tak layak minum.