Minibus Masuk Jurang, 10 Korban Asal Klaten Dilarikan ke 4 Rumah Sakit

Haryanto, 32, warga Dukuh Tlukan, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah beristirahat di rumahnya setelah tangan kanan dan kepalanya sisi kanan dijahit, Rabu (27/2 - 2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
28 Februari 2019 09:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Satu unit minibus bernopol AD 8781 MC terperosok ke jurang di tanjakan Clongop, Dukuh Plesan, Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Rabu (27/2/2019). Tak ada korban meninggal dunia dari kejadian tersebut. Penumpang dan sopir minibus yang mengalami luka-luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Klaten.

Minibus tersebut berisi sembilan penumpang dan seorang sopir. Seluruh penumpang berasal dari Dukuh Tlukan, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah. Peristiwa itu terjadi saat rombongan pulang dari melayat di wilayah Cekel, Kecamatan Panggang, Gunungkidul.

Salah satu penumpang minibus asal RT 002/RW 002, Dukuh Tlukan, Desa Gumulan, Haryanto, 32, mengatakan saat perjalanan pulang ia duduk di samping sopir bernama Darto, warga Dukuh Srago Cilik, Desa Gumulan. Saat itu, minibus melaju di turunan wilayah Clongop. Saat mendekati tikungan, sopir minibus sempat berkata kendaraan tak bisa dihentikan.

Sadar mengetahui hal tersebut, Haryanto lantas mengangkat kedua tangannya untuk melindungi wajah. “Sopir sempat bilang ngeblong. Setelah itu kemudi tidak bisa dikendalikan hingga menabrak pembatas jalan,” kata Haryanto saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (27/2/2019) malam.

Minibus terjun ke jurang dengan bagian depan berada di bawah. Setelah menabrak dinding jurang, minibus terguling hingga terhenti dalam posisi terbalik. “Setelah menabrak pembatas itu saya sudah semrepet. Semua yang ada di dalam mobil teriak,” ungkapnya.

Saat minibus berhenti terguling, Haryanto mengatakan seluruh penumpang termasuk sopir masih berada di dalam kendaraan. Ia melihat sang sopir berusaha menyelamatkan penumpang lainnya meski mengalami luka pada bagian kepala. “Saat itu saya yang kali pertama dievakuasi dan dibawa ke mobil ambulans. Sementara, kondisi berikutnya seperti apa, saya kurang tidak tahu,” urai dia.

Haryanto dibawa ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Ia kemudian dibawa ke RS Cakra Husada dan kembali dibawa ke RS Islam Klaten untuk mendapatkan perawatan. Haryanto mengalami luka robek pada tangan kanan serta kepala sisi kanan karena terkena pecahan kaca. Setelah dirawat, Haryanto lantas diperbolehkan pulang. “Ada memar pada pinggang sisi kiri dan paha,” jelas dia.

Tidak ada anak-anak di dalam minibus tersebut. Seluruh penumpang orang dewasa dan kebanyakan ibu-ibu. “Alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia. Kalau berseliweran kabar ada yang meninggal dunia itu tidak benar,” tutur dia.

Haryanto memperkirakan peristiwa itu terjadi lantaran rem minibus kurang pakem. Apalagi, mobil yang dikendarai buatan tahun 1980an.

Kerabat Haryanto, Heru, menjelaskan peristiwa itu terjadi saat rombongan warga asal Dukuh Tlukan pulang melayat kerabat salah satu warga kampung tersebut yang dimakamkan di wilayah Cekel, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Rombongan berangkat dari Klaten sekitar pukul 09.30 WIB. Ada empat kendaraan yang ditumpangi warga untuk melayat yakni dua mobil pribadi dan dua minibus. Sementara, total warga yang melayat sebanyak 37 orang.

Rombongan berangkat melintasi wilayah Patuk, Gunungkidul. Sementara, perjalanan pulang melalui wilayah Gedangsari, Gunungkidul yang terhubung dengan Kecamatan Gantiwarno, Klaten. “Pulang dari melayat itu sekitar pukul 12.00 WIB,” tutur Heru.

Dalam perjalanan pulang, minibus yang terjun ke jurang berada di urutan paling depan. Rombongan minibus yang ditumpangi Heru berada di belakangnya. Heru awalnya tak menyadari jika minibus yang ada di depannya terjun ke jurang. Ia mengetahui peristiwa itu saat rombongannya sudah berada di wilayah Klaten dan mampir di salah satu warung wilayah Kecamatan Wedi.

“Saat itu, Haryanto melihat mobil rombongan lainnya berhenti di tepi jalan dan menyampaikan ke sopir ambulans. Kemudian sopir ambulans menghentikan laju kendaraan. Kami yang ada di dalam warung keluar dan diberi tahu kalau rombongan kendaraan lainnya ada yang kecelakaan terjun ke jurang. Kami lantas mendatangi lokasi kejadian,” ungkapnya.

Heru menjelaskan sopir dan penumpang minibus yang terjun ke jurang dilarikan ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, RS Cakra Husada Klaten, RS Islam Klaten, serta RSJD Dr. RM Soedjarwadi. Ia mengatakan ada sekitar lima orang yang menjalani rawat inap di RSST. Sementara, warga lainnya menjalani rawat jalan. Ia menuturkan warga mengalami luka lecet, sobek, hingga patah tulang. Ia memastikan tidak ada korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Kepala Instalasi Promosi dan Humas RSST, Sri Wardani, membenarkan ada korban kecelakaan minibus di Clongop yang dilarikan ke RSST. “Ada lima orang yang dibawa ke RSST. Kondisi seluruh korban selamat. Tidak ada yang meninggal dunia,” jelas dia.