Inilah Manfaat Dana Desa bagi Warga Kaliboto Karanganyar

Warga melintasi jalan di Dukuh Ngeloasri. Jalan sepanjang 257 meter tersebut dibangun dengan dana desa RpRp52.572.000. Foto diambil Jumat (22/2/2019). - Wahyu Prakoso
28 Februari 2019 05:00 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga Desa Kaliboto kini mendapat kemudahan saat mengangkut hasil pertanian maupun peternakan mereka. Hal itu lantaran jalan desa telah dibangun lebih baik dengan turunnya dana desa. Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, memang memprioritaskan penggunaan dana desa 2018 untuk pembangunan prasarana jalan sesuai dengan kebutuhan warga.

Sekretaris Desa Kaliboto, Ari Yulianto, mengatakan dana desa 2018 yang diterima senilai Rp1.119.313.000. Dana desa dicairkan sebanyak tiga tahap. Dia mengklaim semua pembangunan prasarana umum berdasarkan prioritas.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Senin (25/2/2019). Untuk pembangunan prasarana jalan beton di lima dusun, yakni Dusun Gulungan, Ngemplak, Kaliboto, Pulosari, dan Ngeloasri. Serta, sebanyak 10 dusun dibangun talut.

“Program sesuai dengan kebutuhan di dusun. Sesuai dengan rencana kerja pembangunan desa. Apabila warga butuh perbaikan jalan, dilihat dulu kondisi tanah di jalan tersebut. Bila tanah bergerak tidak bisa langsung diaspal, tidak awet. Dibangun talut dulu. Masyarakat duduk bersama melalui rapat dusun. Kepala dusun mewakili dusunnya melalui rapat desa bersama BPD, perangkat desa, dan tokoh masyarakat,”ujarnya kepada Solopos.com.

Dia mengatakan pelaksanaan dana desa 2018 berjalan dengan lancar. Dia menjelaskan, masyarakat tidak hanya dilibatkan untuk perencanaan saja. Untuk pelaksanaan juga melibatkan masyarakat dusun terkait.

“Peran kepala dusun penting untuk menyosialisasikan dana desa dan untuk menerima masukan dari masyarakat,”katanya kepada Solopos.com saat ditemui di ruangannya.

Dia berharap, program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat mempermudah akses masyarakat, dapat menggali potensi desa, masyarakat Kaliboto menjadi mandiri, dan membuka lapangan pekerjaan.

Dia mengatakan, jumlah dana desa 2019 akan meningkat. Dia mengaku, pihaknya melalui musyawarah desa sudah menyusun rencana untuk pembangunan prasarana umum lebih sempurna. “Tahun 2019 kami kerucutkan sehingga pembangunan lebih tuntas. Misalkan, jalan yang rusak karena erosi tidak hanya dibangun talut, tapi dicor juga sehingga jalan lebih sempurna,”katanya kepada Solopos.com.

Salah satu warga Dukuh Ngeloasri, Sumarmo, 47, mengaku kondisi jalan dusun sebelum dibangun berupa aspal yang sudah rusak. Jalan sepanjang 257 meter tersebut sebagai jalan alternatif ke Dukuh Ngrombo dan sebagai jalan untuk mengangkat hasil pertanian warga Kaliboto. Jalan yang menghabiskan dana sebanyak Rp52.572.000 kini sudah halus.

“Banyak truk yang kelebihan muatan melewati jalan ini, biasanya muat padi dan pasir. Senang jalannya sudah bagus, bisa dilewati mobil, mudah-mudahan jalan beton lebih awet dari aspal,”ujar petani tersebut kepada Solopos.com saat ditemui di rumahnya, Jumat (22/2/2019).

Salah satu warga Ngrombo, Suwandi, 55, mengaku jalan di dusunnya mudah bergerak karena kedua sisinya merupakan sawah yang ditanami padi. Serta, di wilayahnya terdapat tempat penggilingan padi dan empat kandang ayam petelur. Menurut dia, pelaksanaan proyek talut yang menghabiskan dana sebanyak Rp31.273.000 tersebut digarap oleh warga Ngrombo.

“Truk sering melintasi jalan dusun, angkut padi dan telur. Bagian tengah retak sepanjang jalan. Masyarakat berterima kasih karena ada dana desa bisa menikmati akses jalan yang layak. Dulu kami secara swadaya membangun dan memelihara jalan. Talud sudah dibangun di kedua sisi jalan. Mudah-mudahan ke depan ada bantuan lagi untuk membangun jalan,”ujarnya kepada Solopos.com.