Dulu Dukung Prabowo, Pimpinan Ormas di Soloraya Ini Kini Beralih Ke Jokowi

Panglima Front Pembela Rakyat (FPR), Nugroho Prasetyo, memberi orasi saat deklarasi dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Maruf Amin di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Kamis (28/2/2019). (Solopos - Iskandar)
28 Februari 2019 22:10 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Panglima Front Pembela Rakyat (FPR), Nugroho Prasetyo, memastikan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin, pada Pilpres 2019 ini.

Nugroho mengumpulkan 1.000 orang lebih anggota FPR se-Solo di De Tjolomadoe Karanganyar untuk mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 1 itu.

“Kami memobilisasi dukungan untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada pilpres. Untuk itu kami siap menurunkan 3,2 juta anggota untuk mengamankan 800.000 tempat pemungutan suara [TPS] se-Indonesia sehingga satu TPS akan diamankan empat anggota FPR,” ujar dia kepada wartawan seusai deklarasi di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Kamis (28/2/2019).

Nugroho yang dulu mengaku pendukung Prabowo, kini mantap mendukung Jokowi karena beberapa alasan. Di antaranya karena sama-sama berasal dari Kota Solo.

Kondisi ini juga tak lepas dari ikatan moral dan psikologis. Terlepas kekurangan dan kelebihan Jokowi, Nugroho menilai Jokowi layak diberi kesempatan sekali lagi menjabat presiden.

“Karena yang hadir di ruangan ini mayoritas dari Kota Solo dan saya juga tinggal di Solo, sebagai sesama wong Solo kita mempunyai kewajiban moral untuk memberi dukungan total kepada Joko Widodo untuk memenangi Pemilihan Presiden 2019. Apakah Saudara-Saudara sanggup?” ujar Nugroho saat berorasi dan disambut gegap gempita para pendukungnya.

Di bagian lain, dia mengatakan pemilihan nama FPR tak lapas dari keberagaman agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat Indonesia. Karena itu dia memilih mencantumkan nama rakyat.

Selain itu juga untuk penegasan identitas lembaganya agar berbeda dengan front pembela yang lain. Di Indonesia ada ormas lain yang juga menggunakan nama front pembela yang lebih dulu ada.

Dia menambahkan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf dilakukan sepenuh hati. Karena itu jika ada yang ingin mencoba menggoyang pemerintahan yang sah, tegas dia, akan berhadapan dengan FPR.

Di sisi lain acara deklarasi itu diwarnai dengan konvoi sepeda motor sejumlah pemuda berkaus merah. Mereka meluapkan kegembiraan dengan mengendarai sepeda motor berknalpot memekakkan telinga. Mereka hilir mudik di sekitar lokasi sehingga suara knalpot menggema hingga ke dalam kompleks De Tjolomadoe.