Tanah Terus Bergerak, Muncul Retakan dan Sumber Air Baru di Kismantoro Wonogiri

Warga berkumpul di salah satu rumah di Dusun Joho, Desa Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa - BPBD Wonogiri)
28 Februari 2019 20:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tiga retakan baru dan satu sumber air muncul akibat pergerakan tanah di RT 003/RW 007 dan RT 002/RW 008, Dusun Joho, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

Tiga retakan baru itu terlihat di bagian atas mahkota tapal kuda sepanjang sekitar 73 meter. Retakan juga ditemukan di bagian selatan lembah tapal kuda sepanjang 80 meter serta di bagian utara lembah tapal kuda sepanjang 50 meter.

Tak hanya itu, di sekitar lokasi juga muncul sumber air baru di dekat rumah Giyem, warga Dusun Joho. Lantai rumah Giyem juga retak sepanjang 15 meter. Sumber air itu muncul di ketinggian 341 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sedangkan tinggi mahkota tapal kuda 473 mdpl. “Tidak ada korban jiwa akibat perkembangan kondisi tanah bergerak di Dusun Joho karena semua warga sudah dievakuasi ke tempat lebih aman,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, kepada Solopos.com, Kamis (28/2/2019).

Bambang menjelaskan peralatan sistem peringatan dini (early warning system/EWS) yang sempat rusak juga sudah dikalibrasi ulang oleh petugas BPBD. Kalibrasi itu dilakukan dengan menyesuaikan kembali ukuran yang sebelumnya berada di angka 36 sentimeter (cm) kembali ke 26 cm.

Kalibrasi ulang dilakukan menyusul putusnya satu kawat seling EWS. Sedangkan dua kawat seling lainnya masih berfungsi normal.

“Mengingat kondisi dan situasi di wilayah Dusun Joho, Desa Gedawung, masih terjadi hujan dengan intensitas sedang maupun lebat, warga yang terdampak maupun terancam tetap diminta mengungsi. Sebagian pengungsi menempati posko yang dibangun BPBD, sedangkan sisanya ada di rumah saudara atau tetangga yang tidak masuk zona ancaman. Pemenuhan kebutuhan logistik untuk pengungsi sementara ini masih tercukupi,” beber Bambang.

Bambang menambahkan satu pohon tumbang menimpa rumah milik Sarni di Dusun Joho, RT 002/RW 003, Desa Joho, Purwantoro, Rabu (27/2/2019) sore. Pohon tumbang itu dipicu angin kencang disertai hujan deras yang terjadi di dusun setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.