Solopos Hari Ini: Solo Sasaran Empuk Bandar Narkoba

Harian Umum Solopos edisi Jumat (1/3 - 2019).
01 Maret 2019 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) menggagalkan pengiriman 2,2 kilogram sabu-sabu menuju Kota Solo. Solo kerap menjadi sasaran empuk bandar narkoba sebagai lokasi transit atau tujuan akhir narkoba.

Dua tersangka yang membawa narkoba seberat 2,2 kg itu ditangkap di pintu keluar tol Pejagan, Brebes, Jateng, Senin (25/2/2019). Mereka adalah Istiyawan, 35, warga Karanganyar dan Supraya, 41, warga Gunungkidul. Istiyawan diketahui pegawai di perusahaan penyedia jasa keamanan di Jogja yang ditempatkan sebagai satpam di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Ulasan mengenai Kota Solo yang disebut sebagai sasaran empuk bandar narkoba itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (1/3/2019). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga dihiasi dengan kabar musibah tanah longsor yang mendera penambang emas di Sulawesi Utara. Petugas dihadapkan dilema saat mengevakuasi para korban.

Pilihan Sulit, Amputasi Kaki atau Batu Longsor

Proses evakuasi terhadap puluhan penambang yang terjebak longsor di penambangan emas ilegal di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, terus dilakukan. Tim penyelamat berkumpul di sekitar pintu masuk terowongan lokasi tambang emas di Desa Bakan, Lolayan, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Kamis (28/2/2019) siang.

Sudah lebih dari 36 jam, puluhan penambang emas ilegal terjebak di dalam terowongan hingga lubang yang bercabang-cabang di dalam terowongan itu. Tim penyelamat yang terdiri atas Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, sukarelawan, dan warga, tidak kenal lelah mencari para korban di tengah sulitnya medan.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar utama mengenai RSIS yang akan buka pada Maret ini. Ada pula kabar dari jalur ganda rel kereta api dari Solo menuju Sragen yang segera dioperasikan.

RSIS Target Beroperasi Maret

Ketua Pengawas Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) M As’ad mengungkapkan pihaknya berencana mengoperasikan kembali rumah sakit pada pekan kedua Maret ini. Karena itu, saat ini pihaknya bersama para karyawan Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) terus membereskan, membersihkan, dan menginventarisasi peralatan yang ada.

"Dengan menginventarisasi peralatan kami bisa tahu apa saja yang rusak dan apa saja yang dibutuhkan. Karena itu sekarang ini teman-teman masih mengumpulkan hasil inventarisasi," ujar dia ketika ditemui di kompleks RSIS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (28/2/2019).

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Jalur Ganda Aktif Pekan Depan

Jalur ganda atau double track kereta api dari Stasiun Jebres Solo hingga Stasiun Kedungbanteng Sragen bakal resmi dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta pada Selasa (5/3/2019) mendatang. Pengerjaan proyek jalur ganda kereta api ini mencapai 98%.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Tengah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Arief Sudyatmoko, mengatakan jalur ganda dari Stasiun Jebres sampai Stasiun Kedungbanteng memiliki panjang 34 kilometer (km).

Simak secara lengkap di : E-Paper Solopos.