Tekan Pengangguran, BKL Solo Sediakan Pelatihan Gratis hingga Salurkan Peserta ke Perusahaan

Peserta pelatihan berpraktik di BLK Solo, Kamis (28/2 - 2019). (M. Ferri Setiawan)
01 Maret 2019 14:26 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Balai Latihan Kerja (BKL) Solo, instansi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), menyediakan pelatihan gratis hingga menyalurkan peserta pelatihan ke perusahaan yang sesuai. Progam tersebut dalam rangka menekan pengangguran.

Bel masuk kelas berbunyi, Kamis (28/2/2019). Waktu menunjukkan pukul 08.30 WIB. Beberapa peserta pelatihan di Balai Lapangan Kerja (BLK) Solo berlarian memasuki ruangan masing–masing. Salah satunya Darwin Putro.

Ia berlari dari gerbang BLK Solo menuju ruang pelatihan di lantai II. Cepat-cepat ia masuk ruangan pelatihan. Pembimbing program peminatan mekanik sepeda motor, Lilik Harjanto, datang membawa buku materi yang hendak disampaikan kepada peserta. Pembelajaran pertama adalah mengenal spark plug (fungsi dan bagian-bagian busi motor).

Peserta diminta memerhatikan fungsi yang tertera di papan tulis. Beberapa siswa segera menulis. Darwin juga mengeluarkan buku beserta pena miliknya. Sejumlah peserta selesai menuliskan bagian bagian spark plug yang tertera di papan.

Jam menunjukan pukul 10.00 WIB. Beberapa siswa menuju ke ruang bengkel praktik di lantai I. Mereka mengenakan seragam BLK dan mulai mempraktikkan materi teori yang telah dijelaskan pembimbing.

Pembimbing program peminatan mekanik sepeda motor, Lilik Harjanto, menjelaskan siswa yang sudah dapat mengikuti pembelajaran teori langsung bisa berpraktik di bengkel. “Mayoritas siswa SMK Otomotif masuk di program peminatan mekanik sepeda motor. Banyak yang belum menguasai materi pembelajaran karena tak pernah diajarkan peminatan program secara mendalam,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di bengkel Sepeda Motor di BLK Solo, Kamis.

Siswa mendapatkan materi mengenai pengetahuan mekanik sepeda motor setiap hari. Beberapa dari mereka berasal dari luar Solo. “Mestinya mereka yang lulus SMA/SMK sudah siap kerja. Kenyataannya masih menganggur. Untuk menyikapi itu, beberapa siswa SMK kami persilakan masuk lagi ke BLK untuk dilatih keterampilan,” ujar dia.

Calon siswa akan menjalani serangkaian tes sebelum dilatih di BLK Solo. Tes terdiri atas tes tertulis, wawancara, dan psikotes. “Kita memang menjaring siswa yang mendaftar. Beberapa merupakan lulusan SD, SMA/SMK, D3, dan S1,” ujarnya.

Siswa mengoptimalkan berbagai program pelatihan kerja agar tak menjadi pengangguran. Setelah mendapatkan pembelajaran, mereka langsung disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan. “Mereka akan langsung disalurkan ke beberapa bengkel resmi sepeda motor,” ujar dia.