Begini Ulah Lanung Hingga Akhirnya Tewas Dimassa di Windan Kartasura

Lanung N, 38, tewas diamuk massa di Kampung Windan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (28 - 2 / 2019). (Istimewa)
01 Maret 2019 21:35 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Lanung Nugroho, 38, tewas mengenaskan dengan luka serius di sekujur tubuh setelah dimassa warga Windan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (28/2/2019) malam. Ulah Lanung dinilai warga sudah sangat meresahkan.

Ketua RT 002-RW 007 Windan, Sumarsono juga mengatakan kenakalan Lanung sudah banyak diketahui warga.

“Dulu dia juga pernah menusuk orang dan kalau di kampung sering arogan. Matanya sering jelalatan sehingga sekadar adu pandang dengan dia bisa jadi masalah,” kata dia, Jumat (3/3/2019).

Kenakalan Lanung ini juga diakui oleh pihak keluarga. Ibunda Lanung mengaku keluarga sudah kewalahan dengan perilaku putranya itu.

“Dulu ketika ayahnya masih ada memang sering kali dimanja. Akhirnya setelah dewasa menjadi nakal sekali dan memang sering membuat resah warga di sini,” ujar dia sambil menambahkan jenazah putranya langsung dimakamkan di makam Windan sebelah rumahnya pada Kamis malam.

Ibunda Lanung itu mengungkapkan biasanya sehabis mengonsumsi pil, perangai anaknya sering kali berubah kasar dan mengamuk. Hal itu juga terjadi ketika dia berada di luar rumah.

Karena itu pihak keluarga juga tidak keberatan ketika warga mengancam memberi pelajaran Lanung. Perbuatan Lanung yang sering mengompas warga dan berangasan di kampung dinilai amat meresahkan.

Kapolsek Kartasura, AKP Sarwoko mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan pengeroyokan Lanung diawali kejar-kejaran.

Lanung yang sebelumnya sudah dicari warga sempat lari dan bersembunyi di dalam rumah salah satu warga setempat. Sehingga setelah korban keluar rumah warga pun segera menghakiminya.

Ketika dikeroyok warga, Lanung membawa dua belati. Warga yang mengeroyok semula tidak berani mendekat. Warga akhirnya menggunakan galah untuk memukul Lanung dan melemparinya dengan batu.