Setelah PT RUM dan 3 Pabrik Besar Lain, Nguter Sukoharjo Kian Diincar Investor

PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo (Solopos/Trianto Hery Suryono)
01 Maret 2019 23:45 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Penanaman modal atau investasi di Sukoharjo pada 2019 ditarget senilai Rp284,2 miliar. Target itu mengacu pada tren kenaikan investasi selama kurun waktu 2009-2018 yang menembus Rp49 triliun.

Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT) Sukoharjo, Sri Hartati, mengatakan tren investasi selalu meningkat setiap tahun. Penyumbang investasi terbesar berasal dari sektor garmen, jasa dan perdagangan, dan pabrik tekstil.

“Target investasi pada tahun ini Rp284,2 miliar. Cukup relevan jika melihat grafik investasi yang selalu meningkat setiap tahun,” kata dia, saat ditemui Espos di kantornya, Senin (25/2/2019).

Nilai investasi itu terdiri dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan nonfasilitas. Pada 2018, realisasi investasi yang terdiri dari penanaman modal asing (PMA) senilai US$795.363.218. Sementara itu, realisasi penanaman modal dalam negeri senilai Rp9 triliun dan nonfasilitas lebih dari Rp30 triliun.

Saat ini, para calon investor mulai melirik zona industri Nguter di Kecamatan Nguter yang bakal diperluas ke wilayah Bendosari dan Polokarto. Lahan zona industry Nguter diperluas dari 345 hektare menjadi 550 hektare.

“Para calon investor tak hanya membidik zona industri di Kecamatan Nguter. Kini, mereka mulai melirik lahan kosong di wilayah Bendosari dan Polokarto. Namun masih dalam tahap penjajakan,” ujar dia.

Hartati menyampaikan terdapat empat perusahaan besar di zona industri Nguter seperti PT Rayon Utama Makmur (RUM), PT Dolphin Putra Sejati, PT Delta Merlin, dan PT Ungaran Sari Garment. Tak menutup kemungkinan, jumlah investor yang menanamkan modal di zona industri Nguter bertambah pada masa mendatang.

Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di zona industri Nguter seperti akses infrastruktur, listrik, dan air bersih. “Penanganan investasi harus clear dan clean. Para calon investor tak mungkin melirik lahan jika tak ada fasilitas pendukung yang memadai. Hal ini prioritas utama untuk pengembangan zona industri,” papar dia.

Sementara itu, Kepala DPMPT Sukoharjo, Agustinus Setiyono, mengungkapkan tren positif kenaikan investasi juga dipengaruhi kinerja satuan tugas (satgas) percepatan perusahaan yang dibentuk pada 2017. Tugas utama anggota satgas itu yakni mempermudah akses perizinan para pelaku usaha agar tertarik menanamkan modal di Sukoharjo.

Anggota satgas percepatan perusahaan berasal dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sukoharjo. “Jika ada masalah di perusahaan, anggota satgas bakal turun lapangan untuk mencari solusinya. Mereka merupakan tim gabungan lintas sektoral dari sejumlah OPD,” kata dia.