12 Pasangan Diciduk Satpol PP Saat Asyik Berduaan di Indekos Colomadu Karanganyar

Ilustrasi razia. (Antara)
01 Maret 2019 19:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Aparat Satpol PP Kabupaten Karanganyar menciduk 12 pasangan tidak resmi di sejumlah indekos di Kecamatan Colomadu, Karanganyar.

Informasi yang dihimpun solopos.com, operasi penertiban itu dilakukan pada Minggu (24/2/2019) dini hari dengan sasaran sejumlah indekos di Colomadu. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menargetkan indekos yang diduga digunakan sebagai tempat berbuat asusila.

Kepala Seksi (Kasi) Penindakan Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Joko Purwanto, menyampaikan hasil operasi menangkap 12 pasangan tidak resmiyang tengah berduaan di dalam kamar. "Ada yang sedang tidur. Ada juga yang sedang itu," kata dia saat dihubungi solopos.com, Jumat (1/3/2019).

Ironi, rata-rata pasangan yang ditangkap berusia belasan tahun maupun berstatus mahasiswa. Mereka dibawa ke kantor Kecamatan Colomadu untuk didata dan mendapat pembinaan.

Rata-rata mereka memiliki kartu tanda penduduk (KTP) luar Kabupaten Karanganyar. Joko mengungkapkan operasi dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat.

"Kami menindaklanjuti aduan masyarakat. Bukan hanya satu kali atau dua kali. Indekos ini di perkampungan. Warga sekitar melapor karena sejumlah pria dan wanita masuk dan keluar indekos. Padahal itu bukan indekos keluarga. Kami menurunkan 25 personel," ujar dia.

Anggota Satpol PP mengetuk pintu kamar satu per satu. Joko menceritakan beberapa orang enggan membuka pintu kamar. Menurut dia, anggota terpaksa mengancam akan mendobrak pintu apabila orang di dalam kamar tidak lekas membuka pintu.

"Kami bersama pemilik indekos saat menyisir setiap kamar. Pemilik dinilai bertanggung jawab karena membiarkan. Yang punya indekos juga kami panggil. Semua kami beri pembinaan. Mereka kami beri hukuman wajib lapor selama satu pekan," tutur dia.

Joko menyebut pemilik indekos menyalahgunakan izin. Bangunan difungsikan sebagai indekos, tetapi disewakan seperti kamar di hotel atau penginapan.

"Indekos ini seharusnya disewa satu orang per kamar dan bayar per bulan. Nah, ini malah disewakan untuk short time [beberapa jam]. Yang pesan pasangan bukan suami dan istri. Jelas melanggar perizinan," tutur dia.