Hanya 2 Daerah di Jateng Bentuk OPD Damkar

Kebakaran melanda Pasar Legi, Solo, Senin (29/10 - 2018) malam. (Solopos / Nicolous Irawan)
02 Maret 2019 03:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) baru dua kota yang telah membentuk organisasi perangkat daerah (OPD) pemadam kebakaran. Kedua daerah itu, yakni Kota Solo dan Kota Semarang.

Kondisi itu belum ideal mengingat musibah kebakaran membutuhkan penanganan serius lantaran mempunyai tingkat kedaruratan tersendiri.

“Seharusnya pemadam kebakaran berdiri sendiri menjadi OPD. Saat ini masih ada 33 daerah yang tim damkar nya belum berdiri sendiri. Dua daerah yang sudah jadi OPD tersendiri baru Kota Semarang dan Solo,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Jateng, Budi Yanto, pada Rakerda Damkar di Solo, Kamis (28/2/2019).

Menurut Budi, tim pemadam kebakaran merupakan kebutuhan pokok yang mempunyai tanggung jawab sangat kompleks. Padahal pemerintah mengeluarkan Undang-undang tentang Bangunan dan Gedung, serta peraturan pemerintah (PP) turunannya.

Merujuk hal itu mestinya para kepala daerah membentuk OPD tersendiri yang mengurusi kebakaran. Tapi pada praktiknya pembentukan OPD damkar juga terbentur dengan kemampuan anggaran daerah. “Kemampuan tiap daerah beda,” kata dia.

Budi menerangkan kebanyakan tim damkar di Jateng bergabung dengan OPD lain seperti Satpol PP atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masih bergabungnya urusan damkar dengan OPD lain membuat fungsi damkar kurang optimal.

Dia berharap Rakorda di Solo bisa merumuskan persoalan yang dihadapi tim damkar selama ini terutama pembentukan damkar di kabupaten/kota. Hasil pertemuan akan direkomendasikan kepada Gubernur Jateng untuk diteruskan ke Kemendagri.

“Persoalan ini harus terus didorong agar masing-masing daerah membentuk OPD sendiri yang mengurusi damkar. Apalagi ke depan tingkat kepadatan penduduk dan bangunan akan terus bertambah sehingga butuh langkah antisipasi,” urai dia.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno mendukung optimalisasi peran tim damkar di setiap daerah. Di Kota Bengawan sendiri urusan damkar sudah ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dilengkapi fasilitas pendukung.

Namun dia menilai Dinas Damkar Solo masih perlu dioptimalkan dengan menambah armada dan pos-pos di tiap kecamatan.