Sempat Ditunda, Skybridge Solo Resmi Dibuka untuk Umum 24 Jam

Warga melintasi skybride yang menghubungkan Stasiun Solo Balapan-Terminal Tirtonadi di Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (18/1 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
02 Maret 2019 09:30 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Fasilitas penguhubung antarmoda, skybridge yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan resmi dibuka untuk umum selama 24 jam. Petugas bersepeda akan berpatroli selama 24 jam menggunakan sepeda untuk menunjang faktor keamanan masyarakat yang melintas di skybridge.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, saat ditemui Solopos.com dalam acara pembukaan, Jumat (1/3/2019) mengatakan skybridge telah dapat dinikmati masyarakat umum selama 24 jam. Sebelumnya, masyarakat yang dapat melintas di skybridge merupakan pemilik tiket kereta api. Ia berharap dengan dibukanya skybridge dapat dijadikan sebagai ikon yang berdampak pada sektor pariwisata Kota Solo.

“Budaya pariwisata itu nyambung walaupun tidak mengakses bus atau kereta. Nantinya akan ada event-event tertentu yang digelar di skybridge seperti lomba mewarnai untuk anak-anak yang hasilnya dapat ditampilkan sepanjang skybridge,” ujarnya.

Ia menambahkan tak menutup kemungkinan skybridge sepanjang 470 meter itu akan terdapat fasilitas cafe. Nantinya, beberapa tambahan meja dan kursi akan diberikan.

Menurutnya, dengan dibukanya skybridge berdampak langsung dengan pengurangan kepadatan lalu lintas di sekitar Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi. Ia menambahkan masyarakat yang hendak melintas di skybridge tidak perlu ragu terkait dengan keamanan. Beberapa menit sekali petugas akan berpatroli menggunakan empat sepeda listrik yang merupakan bantuan dari Bank Mandiri. Ia juga akan menambahkan kamera pengawas dibeberapa lokasi yang saat ini belum ada sama sekali.

Kepala Stasiun Balapan, Suharyanto, mengatakan dengan dibukanya skybrigde untuk umum terdapat jalur khusus antara penumpang kereta api dengan masyarakat umum. Menurutnya, calon penumpang yang telah memiliki tiket dapat masuk melalui jalur enam yang menghubungkan langsung ke dalam stasiun. Sementara itu, masyarakat umum atau yang belum memiliki tiket dapat menuju jalur umum yang menghubungkan ke tempat parkir stasiun.

“Baik yang memiliki tiket maupun umum mulai hari ini [Jumat] sudah dapat melintasi skybridge secara gratis. Dengan dibukanya untuk umum dapat mengoptimalkan skybridge yang telah dibangun dengan biaya mahal yang sebelumnya hanya dinikmati segelintir orang saja,” ujarnya. Ia menambahkan akan mengusahakan pemasangan kamera pengawas untuk menambah tingkat pengamanan.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop VI Jogja, Eko Budiyanto, mengatakan dengan dibukanya skybridge untuk umum maka koordinasi antara Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi harus berjalan dengan baik. Terutama pada faktor keamanan dikarenakan dibuka selama 24 jam.

Ia mengaku PT. KAI sedang mengkaji terkait pemasangan kamera pengawas. Ia mengimbau masyarakat umum jangan sampai memasuki zona satu atau zona stasiun. Saat ini telah terpasang pagar pembatas yang memisahkan antara masyarakat umum dan calon penumpang bertiket.

“Jangan sampai masyarakat tidak ikut menjaga, semua harus saling menjaga. Apalagi itu ada eskalator jangan sampai hanya buat mainan. Harus penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Salah satu pelintas skybridge, warga Kabupaten Boyolali, Aziz Syaefuddin, menyambut baik pembukaan selama 24 jam. Ia mengaku dari Boyolali menaiki bus dan pindah menggunakan kereta api untuk menuju Kota Jogja. Namun, ia meminta sektor pengamanan untuk ditingkatkan agar warga yang melintas tetap merasa aman.