Rakernas di Boyolali, Tommy Soeharto Jadi Pembina Utama Parade Nusantara

Tommy Soeharto dalam wawancara dengan Al Jazeera. (Youtube)
02 Maret 2019 07:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto dikukuhkan sebagai Pembina Utama organisasi kemasyarakatan Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara, Jumat (1/3/2019).

Pengukuhan digelar dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Parade Nusantara di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, yang berlangsung sejak Kamis (28/2/2019).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Keluarga Cendana di antaranya Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek), serta sejumlah caleg asal Partai Berkarya, partai baru di bawah kepemimpinan Tommy Soeharto.

Setelah dikukuhkan menjadi pembina utama Tommy akan fokus pada dua program kerja yang meliputi ekonomi dan sosial politik. “Ekonomi ini akan kami fokuskan di tingkat perdesaan,” ujar Tommy di sela-sela acara.

Menurut Tommy hal ini penting, mengingat, anggota Parade Nusantara sebagian besar merupakan pejabat desa seperti kades dan sekdes. Langkah awal Parade Nusantara akan membangun toko-toko yang bisa memenuhi kebutuhan pokok berbasis gotong-royong. Toko-toko ini akan dikelola bersama-sama oleh masyarakat.

Kepentingan Politik

Melalui programnya Tommy juga akan mengakomodasi kebutuhan pokok nelayan dan petani. Program ini mirip dengan Kelompencapir di masa Orde Baru. Tujuannya adalah untuk menjamin semua kebutuhan pertanian tercukupi, mulai dari bibit, pupuk, sampai masa panen. Termasuk menyediakan pupuk organik.

Tommy menargetkan dalam dua tahun ke depan petani-petani dapat kembali menyokong swasembada beras dengan total hasil panen meningkat dua kali lipat.

Sementara itu di bidang politik Parade Nusantara juga membuat sebuah sistem hitung cepat untuk mengetahui hasil pemilu. Pembuatan sistem ini melibatkan seluruh anggota dari tingkat desa.

Ketua Umum Parade Nusantara, Sudir Santoso, menyatakan pada tahun ini segala aktivitas organisasi tidak bisa lepas dari kepentingan politik. “Meski begitu target meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi yang utama,” kata Sudir.