Luncuran Awan Panas Merapi Picu Hujan Abu Tipis di 5 Desa di Klaten

Plt Kepala BPBD Klaten, Dodhy Hermanu, memantau kondisi Gunung Merapi dari kamera closed circuit television (CCTV) di Pusdalops BPBD Klaten, Sabtu (2/3 - 2019). (Solopos/Ponco Suseno)
02 Maret 2019 15:30 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Gunung Merapi delapan kali meluncurkan awan panas , Sabtu (2/3/2019). Akibat luncuran awan panas tersebut, sebanyak lima desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dilanda hujan abu tipis.

Berdasarkan data yang dicuitkan akun resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) - PVMBG - Badan Geologi - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Twitter @BPPTKG, guguran awan panas Merapi terjadi tujuh kali di pagi hari pukul 04.51 WIB, 04.54 WIB, 05.03 WIB, 05.07 WIB, 05.10 WIB, 05.32 WIB, dan 05.40 WIB.

Luncuran awan panas yang mengarah ke Sungai Gendol, Sleman, DIY, itu berjarak dua kilometer dari puncak Gunung Merapi. Luncuran awan panas itu juga menimbulkan hujan abu tipis.

BPPTKG menyebutkan status Gunung Merapi masih waspada. Luncuran awan panas kembali berlangsung, Sabtu (2/3/2019) pukul 13.25 WIB.

Lantaran kondisi angin di sekitar Gunung Merapi berembus cukup kencang dan tak tentu arah, hujan abu juga melanda lima desa di Kabupaten Bersinar. Masing-masing desa di Kecamatan Kemalang yang dilanda hujan abu tipis, yakni Sidorejo, Panggang, Talun, Tegalmuyo, dan Balerante.

Di antara desa terdampak abu tipis itu termasuk kawasan rawan bencana (KRB) III, yakni Balerante, Tegamulyo, dan Sidorejo.

“Memang sempat menimbulkan abu tipis di lima desa itu [akibat luncuran awan panas]. Tapi, masyarakat tak terpengaruh, masih beraktivitas seperti biasa. Kondisi tetap aman dan terkendali,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Dodhy Hermanu, saat ditemui wartawan di kantor BPBD setempat, Sabtu.

Disinggung tentang persediaan masker ke warga terdampak hujan abu di lereng Gunung Merapi, Dodhy Hermanu, mengatakan hingga Sabtu siang, belum ada permintaan masker. Di waktu sebelumnya, BPBD Klaten sudah mengirim bantuan masker ke sejumlah desa di lereng Gunung Merapi.

“Stok masker masih banyak di BPBD Klaten [25.000-an masker],” katanya.

Anggota TRC BPBD Klaten, Didik Jarot, mengatakan timnya terus meningkatkan kesiapsiagaan kebencanaan pascaluncuran awan panas beberapa kali.

Begitu memperoleh informasi munculnya hujan abu tipis dari warga di lereng Gunung Merapi, tim TRC BPBD Klaten langsung mengecek kondisi di sejumlah desa terdampak hujan abu tipis. “Suasana tetap terkendali. Hujan abu tipis yang melanda [di lima desa] itu karena terbawa angin,” katanya.

Salah seorang sukarelawan Paguyuban Sabuk Gunung (Pasag) Merapi di Desa Sidorejo, Jenarto, mengatakan hujan abu yang melanda daerahnya masih tipis.

“Kondisi tetap aman. Pascahujan abu, warga tetap beraktivitas normal. Tak ada warga yang menggunakan masker,” katanya.