Harga Kubis Rp1.000/Kg, Petani Tawangmangu Karanganyar Menjerit

Tukini, 45, memanen kubis di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jumat (1/3 - 2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)
02 Maret 2019 18:30 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Harga kubis di tingkat petani Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, makin anjlok. Harga kubis Rp1.000 per kilogram pada Jumat (1/3/2019). Padahal, awal Januari lalu harga kubis mencapai Rp2.000 per kilogram.

Salah satu petani kubis di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Baryono, 55, mengaku harga turun sejak satu bulan terakhir karena pasokan kubis banyak. Dia mengaku anjloknya harga kubis membuat petani merugi.

“Total lahan saya 3.600 meter persegi. Semua saya tanami kubis. Bulan Januari lalu lahan saya yang 2.100 meter persegi panen. Masih untung. Sisanya satu hingga dua pekan lagi panen. Saya dengar saat ini harganya Rp1.000 per kilogram,” katanya.

Dia menjelaskan pada saat musim penghujan hasil panennya menurun. Dia mengaku setiap pohon menghasilkan kubis seberat satu sampai tiga kilogram. Sedangkan, saat musim kemarau kubis bisa mencapai tiga hingga lima kilogram.

“Produksi turun, biaya perawatan saat musim penghujan juga naik, karena setiap pekan harus memberikan obat supaya tidak diserang hama,” ujarnya.

Kondisi sama dialami petani kubis lainnya di Tawangmangu, Maryadi, 55. Dia mengatakan dengan harga Rp1.000 per kilogram, petani kubis mengalami kerugian. Dia mengaku akan menjual hasil panen langsung ke pasar supaya mendapatkan keuntungan lebih.

“Petani rugi karena saat musim penghujan ada biaya untuk membeli obat. Lahan saya seluas 500 meter persegi hanya panen 400 kilogram. Hasil panen tersebut akan saya jual ke pasar di Magetan,” katanya kepada solopos.com saat ditemui di rumahnya.

Pengepul kubis di Tawangmangu, Laminem,38, menjelaskan harga kubis menurun sejak awal Februari. Harga turun disebabkan panen raya dan adanya pasokan sayur dari Boyolali dan Magetan, Jawa Timur.

“Saya beli dari petani Rp1.000 per kilogram. Kalau tebas enggak berani karena produksi menurun dan harga jual anjlok, risiko besar. Di pasar banyak pasokan kubis dari kota lain,” katanya kepada solopos.com.

Laminem mengaku setiap hari hanya menjual dua kuintal kubis dan wortel ke pasar Tawangmangu. Dia menjelaskan menjual kubis ke pedagang pasar Rp1.500 per kilogram.