PT KAI: Penambahan KA Prameks Tak Bisa Tahun Ini

KA Prameks. (Solopos/Dok)
03 Maret 2019 15:17 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT KAI Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta tengah mengkaji kemungkinan memperpanjang rute perjalanan kereta api (KA) Prambanan Ekspres (Prameks) sampai Stasiun Palur, Karanganyar.

Namun demikian, soal tambahan kereta untuk KA Prameks saat ini belum disiapkan. "Penambahan Ini bisa dimungkinkan pada 2020-2021. Akan tetapi, nantinya juga bakal ada kereta rel listrik [KRL] Solo-Jogja sehingga tentu makin terbantu untuk mengurai kepadatan penumpang KA Prameks,” ungkap Kepala Daops VI Yogyakarta PT KAI, Eko Purwanto, akhir pekan lalu.

Eko menjelaskan perpanjangan rute KA Prameks dimungkinkan dengan telah selesainya pembangunan jalur ganda atau double track kereta api dari Stasiun Jebres Solo hingga Stasiun Kedungbanteng, Sragen. Double track di jalur tersebut bakal resmi beroperasi pada Selasa (5/3/2019).

Eko Purwanto mengatakan adanya double track ini membuka kemungkinkan layanan rute lain atau memperpanjang jurusan tertentu. Dia mencontohkan double track ini bisa untuk memperpanjang rute KA Prameks hingga Stasiun Palur, Karanganyar.

“Jalur ganda ini melewati enam stasiun, satu di antaranya Stasiun Palur yang dalam tahap penyelesaian. Apalagi penumpang KA Prameks tidak hanya mengakomodasi Solo Balapan dan Purwosari, tapi juga dari Karanganyar dan Sragen,” ujarnya.

Perpanjangan rute KA lokal ini salah satunya untuk mengurai kepadatan penumpang KA Prameks yang berangkat atau turun di Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Purwosari. Terlebih, bangunan baru di Stasiun Palur dinilai representatif.

Selain itu, PT KAI juga mesti mengkaji jadwal pemberangkatan kereta sehingga titik-titik pemberangkatan penumpang tidak hanya dari dan ke Stasiun Solo Balapan dan Purwosari.

Alasan lainnya, kawasan Palur sebagai kota satelit mulai ramai. Hal ini terbukti dengan adanya pusat perbelanjaan di area tersebut.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, menambahkan animo masyarakat untuk menggunakan KA Prameks meningkat dari tahun ke tahun. Penumpang KA Prameks ternyata naik 8% pada 2018.

Sebelumnya, pada 2017 total 3.650.144 tiket KA Prameks terjual. Sedangkan 2018 naik menjadi sebanyak 3.940.671 tiket.

Di sisi lain, rata-rata penumpang KA Prameks per hari 10.794 orang. Perinciannya masing-masing stasiun pemberhentian adalah Brambanan 11 penumpang, Jenar 211 penumpang, Klaten 491 penumpang, Kutoarjo 1.003 penumpang, Lempuyangan 1.290 penumpang, Maguwo 665 penumpang, Purwosari 802 penumpang, Solo Balapan 3.384 penumpang, Wates 177 penumpang, dan Yogyakarta 2.760 penumpang.