Pelipatan Surat Suara, KPU Sukoharjo Kerahkan Ratusan Personel

Ilustrasi surat suara (Bisnis/Dwi Prasetya)
03 Maret 2019 01:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo memastikan logistik surat suara untuk pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2019 akan diterima paling lambat awal Maret. Untuk pelipatan surat suara akan dikerjakan KPU dengan mengerahkan ratusan petugas pelipat surat suara.

Saat ini, KPU Sukoharjo telah merampungkan perakitan kotak suara. Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda mengatakan logistik surat suara pemilu untuk Sukoharjo terlambat dibanding daerah lain di Soloraya. Namun sesuai koordinasi terakhir dengan Balai Pustaka selaku pihak percetakan pemenang lelang logistik surat suara pemilu, Nuril mengatakan pengiriman surat suara akan dilaksanakan pada awal Maret atau pekan depan.

"Logistik surat suara pemilu yang akan kita terima pertama untuk pemilihan DPD dan Pilpres. Sedangkan untuk logistik surat suara DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten Sukoharjo baru akan diterima pertengahan Maret," katanya, Kamis (28/2/2019).

Nuril mengatakan berbagai persiapan mulai dilaksanakan KPU seiring bakal diterimanya logistik surat suara pemilu. Selain menyiapkan personel  pelipat surat suara, KPU juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian terkait pengamanan surat suara tersebut. Pengamanan akan dilakukan saat pengiriman logistik surat suara secara pararel dengan melibatkan aparat Polda Jawa Barat dari Pustaka Bekasi ke Polda Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan pengamanan oleh Polres Sukoharjo sampai Gedung Budi Sasono.

Terkait pelipat surat suara, Nuril mengatakan KPU akan mengerahkan sedikitnya 100 orang yang sebelumnya direkrut sebagai petugas pelipat surat suara. Mereka akan bertugas melipat suara khusus pemilihan DPD dan Presiden. Sedangkan untuk pelipat surat suara pemilihan anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, KPU membutuhkan personel  hingga 250 orang. "Petugas pelipat surat suara ini sudah kita berikan arahan sesuai SOP yakni tidak boleh membawa makanan dan minuman, tas, dan harus melalui pemeriksaan petugas KPU dengan melibatkan Bawaslu dan Polisi," katanya.

Pihaknya menargetkan pelipatan surat suara pemilu rampung pada Maret. Sebelumnya KPU juga telah merampungkan perakitan kotak suara. Selama pengesetan kotak suara, KPU tidak mengalami kendala apapun. Bahkan KPU tidak menemukan logistik kotak suara yang rusak dan lainnya.

Warga Demangan, Bendosari, Sri Wahyati, 53, mengaku akan menjadi salah satu petugas pelipat logistik surat suara dalam pemilu nanti. Pihaknya sudah mengumpulkan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) sebagai salah satu prasyarat petugas pelipat surat suara. Baginya, hal ini menjadi kali kedua sebagai petugas pelipat surat suara pemilu.

"Dulu pernah menjadi pelipat surat suara pemilu. Selama empat hari menjadi petugas pelipat surat suara mendapat honor Rp418.000. Kali ini belum tahu, berapa lama melipat surat suara," katanya.