Populer Sejak 1950-An, Begini Kisah Di Balik Penamaan Jalan Ciu Sukoharjo

Ujung barat Jalan Ciu di wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo. (Solopos - Indah Septiyaning W.)
03 Maret 2019 21:45 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Gapura bertuliskan Desa Telukan sebagai tanda memasuki wilayah Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, dibangun tepat di ujung jalan raya Telukan-Bekonang atau dikenal juga sebagai Jalan Ciu.

Jalan yang melintasi tiga kecamatan ini telah dikenal banyak orang. Jalan itu dimulai dari traffic light Telukan ke timur hingga sepanjang sekitar lima kilometer, melewati Telukan, Grogol-Pangkalan, Telukan-Pranan, Polokarto-Karangwuni, Polokarto-Ngombakan, Polokarto-Bekonang, Mojolaban.

Menurut Camat Grogol, Bagas Windaryatno, jalan raya Telukan-Polokarto-Bekonang ini mulai dikenal masyarakat luas sebagai Jalan Ciu sejak tahun 1950-an. "Dinamakan Ciu karena banyak pengrajin ciu di sana sehingga disebut sebagai Jalan Ciu," katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (2/3/2019).

Ciu adalah sejenis minuman keras tradisional yang dibuat dari tetes tebu dengan cara disuling. Ciu merupakan produk dari proses pertama dalam pembuatan alkohol. Jalan tersebut kemudian dipopulerkan para sopir truk dan bus saat menaikkan atau menurunkan penumpang yang mayoritas bakul alkohol di perempatan Telukan. Sejak itulah nama ciu terkenal dan disebut jalan ciu.

"Sejarah yang saya dengar dari berbagai sumber seperti itu kenapa akhirnya kini disebut sebagai jalan ciu," katanya.

Tak hanya orang Sukoharjo yang menyebut jalan itu sebagai jalan ciu, melainkan orang dari berbagai daerah di sekitar Sukoharjo seperti Solo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, dan Wonogiri. Mereka semua menyebut jalan tersebut sebagai Jalan Ciu.

Jalan Ciu lebih dikenal dibandingkan dengan sebutan jalan raya Telukan-Polokarto-Bekonang. Jalan Ciu tercatat sebagai jalan kabupaten. Nama Jalan Ciu kini sudah telanjur mendarah daging di masyarakat sehingga nama jalan itu sulit diubah.

Masyarakat bahkan secara administrasi menamakan Jalan Ciu sebagai alamat pengiriman paket dan lain sebagainya. Beberapa kali wacana perubahan nama Jalan Ciu mencuat karena dinilai sebagai hal negatif penamaan jalan tersebut. Namun wacana tersebut tidak pernah terlaksana mengingat masyarakat sudah terlanjur memopulerkan jalan itu sebagai jalan Ciu.

"Sulit jika diubah menjadi nama lain karena masyarakat sudah mengenalnya sebagai Jalan Ciu," katanya.

Warga Desa Pranan, Polokarto, Cokro Raharjo, 62, mengaku lebih senang menyebut jalan Ciu daripada harus diganti dengan nama lain. Jalan tersebut sudah mendarah daging dan terkenal hingga di mana-mana.

"Kami sudah menggunakan nama Jalan Ciu sejak lama. Jadi tidak bisa semudah itu untuk diubah dengan nama lain," katanya.