Begini Reaksi Anak-Anak Sragen Saat Ditanya Siapa Ingin Jadi Petani

Bupati Yuni Sukowati berdialog dengan seorang anak tentang pilihan cita-citanya saat pembukaan Gerimis Bagus di Desa Gawan, Tanon, Sragen, Jumat (1/3/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
03 Maret 2019 17:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Riuh suara anak-anak dari SDN 1 Gawan, Tanon, Sragen, dan sejumlah anak taman kanak-kanak Gawan menggema di areal lahan yang bakal digunakan untuk sekolah baru.

Lahan seluas 17.600 meter persegi di sebelah selatan Balai Desa Gawan tersebut sudah dikeringkan dan menjadi ajang kampanye Gerakan Intensif Minum Susu Bagi Anak Usia Sekolah (Gerimis Bagus), Jumat (1/3/2019).

Sosialisasi gerakan mengonsumsi pangan asal hewan tersebut diinisiasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Anak-anak duduk di kursi berderet. Masing-masing anak membawa susu botol produksi pabrikan.

Mereka ada yang memperhatian Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang berpidato sambil berjalan membaur dengan audiens. Sambil bicara, Bupati mendekati anak-anak yang ramai dengan teman-temannya.

Yuni, sapaan Bupati, mengajak anak-anak itu untuk rajin minum susu agar badannya sehat. “Siapa yang mau jadi dokter?” tanya Yuni.

Ada lebih dari 10 orang anak yang mengacungkan jari. Yuni menghitung mereka yang mengacungkan jari.

“Siapa yang mau jadi polisi?” tanya Yuni lagi. Ada enam anak yang mengacungkan jarinya.

Begitu Yuni bertanya, “Siapa yang mau jadi petani?” Tak ada satu pun anak yang mengacungkan jarinya.

“Jadi petani itu bisa kaya. Bisa jadi juragan beras. Ayo siapa yang mau jadi petani?” rayu Bupati.

Anak-anak itu tetap konsisten tak ada yang mengacungkan jarinya. Yuni mengganti pertanyaannya. “Siapa yang mau jadi bupati?”

Pertanyaan itu hanya direspons tiga orang anak perempuan. Hal itu seperti menjadi kejutan bagi Yuni. “Wah, ini ada yang mau jadi bupati, perempuan lagi. Ayo maju sini, Nak! Ibu tanya dan nanti Ibu kasih hadiah,” pinta Yuni.

Tiga perempuan cilik itu maju ke depan. Ayu, 11, salah satu anak yang ditanya kali pertama. Yuni menanyakan alasan Ayu pengin jadi bupati.

“Karena saya suka dengan Bupati,” jawab Ayu yang langsung disambut tepukan tangan dan tawa dari ratusan orang yang hadir di tempat itu.

Winda mendapat giliran kedua ditanya Yuni. Bupati menanyakan tentang pekerjaan apa yang diemban Bupati. “Tugas bupati itu jalan-jalan,” kata Winda yang lagi-lagi membikin gelak tawa Yuni dan audiens.

Kemudian Rahmania mendapat giliran menjawab pertanyaan yang sama dengan Winda. Tetapi Yuni sudah membisikkan jawaban di telinga Rahma. “Bupati tugasnya memimpin kabupaten,” kata Rahma seperti yang dibisikkan Yuni.

Mereka pun mendapat hadiah tas mungil beserta isinya, yakni buku dan alat tulis. Seusai acara itu anak-anak dikumpulkan di depan panggung dan meneriakkan yel-yel Gerimis Bagus.

Bupati dan sejumlah pejabat ikut membaur bersama puluhan anak-anak itu untuk kampanye minum susu. Masing-masing sudah memegang sebotol susu. Dalam hitungan ketiga mereka minum susu itu bersama-sama.

Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Jateng, Lalu Muhamad Syafriadi, menyebut kampanye minum susu di Sragen ini merupakan rangkaian dari sosialisasi gerakan minum susu dan konsumsi pangan asal hewan yang puncaknya di Rembang, pada Oktober mendatang.

Selama ini produksi susu di Jawa Tengah mencapai 99,6 juta liter per tahun. Produksi susu terbanyak berada di Boyolali. “Dalam kampanye minum susu ini, kami membagikan 200 botol susu kemasan kepada anak,” ujarnya.