Tamansari Boyolali Unggulkan Durian Montong dan Lada Putih

Duren montong produksi Desa Karanganyar, Kecamatan Tamansari (sebelumnya Musuk), Boyolali. (Istimewa - bumn.go.id/pertamina)
03 Maret 2019 03:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Kecamatan Tamansari, Boyolali, yang merupakan hasil pemekaran wilayah Kecamatan Musuk bakal menjadikan perkebunan sebagai potensi unggulan.

Hal ini disampaikan Camat Tamansari, Wurlaksono, sebagai rencana inovasi dan terobosan agar Tamansari berbeda dengan kecamatan lainnya.

“Saya dan teman-teman mempunyai komitmen untuk buat terobosan inovasi yang membedakan Kecamatan Tamansari dengan kecamatan yang lain,” kata Wurlaksono, kepada Solopos.com, Jumat (1/3/2019).

Dia mengatakan Tamansari memiliki potensi perkebunan yang tinggi karena merupakan salah satu daerah penghasil durian, khususnya di Desa Keposong dan Desa Karanganyar. Desa Karanganyar merupakan sentra durian montong yang dikembangkan dari hasil CSR PT Pertamina.

Selain itu, Desa Dragan dan Lampar juga memiliki potensi perkebunan seperti lada putih atau merica yang tidak dimiliki kecamatan lain.

Dikutip dari laman pertanian.boyolali.go.id, di Desa Dragan terdapat Gapoktan Lada Lestari, yang merupakan salah satu Gapoktan penghasil lada putih, dengan luas tanam tanaman lada sekitar 2 hektare.

Luas tanam tersebut tidak seberapa, namun hasilnya dapat menopang kehidupan petani lada di wilayah tersebut. Tanaman lada yang ditanam di Desa Dragan adalah lada dengan varietas unggul Lada Bengkayang dan ditanam dengan bantuan tanaman gamal/kleresede (Gliricidia sepium) sebagai tajar hidup.

Sebagai informasi, sebelumnya Kecamatan Musuk memiliki 20 desa dan saat ini berbagi dengan Tamansari masing-masing membawahi sepuluh desa. Kecamatan Tamansari saat ini membawahi sepuluh desa meliputi Desa Sangup, Mriyan, Lanjaran, Jemowo, Karangkendal, Karanganyar, Dragan, Lampar, Sumur, dan Keposong.

Sewa

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali segera membangun kantor kecamatan baru bagi Kecamatan Tamansari, yang berlokasi di Dukuh Bendosari, Desa Karangkendal.

Kantor kecamatan akan menempati lahan seluas 3 hektare. Di lokasi tersebut juga didirikan bangunan terpadu seperti Mapolsek, Markas Koramil, Puskesmas, UPT kecamatan, alun-alun, dan lainnya.

Saat ini perangkat kecamatan berkantor sementara di salah satu rumah warga di Dukuh Krupekan, Desa Karangkendal dengan sistem sewa. Lokasi ini berjarak sekitar 300 meter dari calon lokasi kantor kecamatan baru.