Sasar Kaum Milenial, KPU Solo Sosialisasi Lewat Musik

Perwakilan partai peserta pemilu, KPU, dan Bawaslu menyatakan deklarasi damai dalam sosialisasi yang digelar KPU di Halaman Balai Kota Solo pada Sabtu (2/3 - 2019) malam. (Solopos/Ichsan Kholif)
04 Maret 2019 03:17 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menggelar sosialisasi kepada masyarakat lewat konser musik di Halaman Balai Kota Solo pada Sabtu (2/3/2019) malam. Deklarasi pemilu damai dari seluruh partai peserta pemilu pun dilakukan disela-sela acara.

Ketua KPU Kota Solo, Nurul Sutarti, saat ditemui Solopos.com di lokasi kegiatan, mengatakan konser tersebut merupakan sosialisasi untuk menyasar masyarakat secara umum. Menurutnya, dipilihnya sosialisasi melalui konser musik dirasa lebih efektif mengena kepada masyarakat khususnya pemilih pemula.

"Dipilihnya Owah Gerr Band karena saat ini sedang digandrungi oleh masyarakat. Semoga cukup menyedot animo masyarakat Kota Solo yang sedang bermalam Minggu," ujarnya. Ia menambahkan dalam sosialisasi itu menjelaskan seperti waktu pelaksanaan, cara memilih, dan keseluruhan teknis. Ia menegaskan KPU Kota Solo menargetkan 77,5 persen tingkat partisipasi pemilih.

Acara dibuka dengan pembacaan ikrar deklarasi dari seluruh peserta pemilu yang disaksikan oleh KPU dan Bawaslu. Menurutnya, dengan deklarasi membuat masyarakat menjadi tahu seluruh peserta pemilu. Hal itu juga menunjukan bahwa pemilu merupakan pesta demokrasi yang harus disambut dengan bijak.

Dalam deklarasi yang dibaca oleh seluruh peserta pemilu itu terdapat tiga poin yang ditegaskan. Pertama, kesanggupan untuk mewujudkan pemilu yang adil, jujur, dan berkualitas. Lalu, siap mendukung pemilu yang berkualitas dan bermartabat serta kesiapan untuk menjaga keamanan, ketertiban dengan menghormati perbedaan pilihan politik.

Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo, mengapresiasi langkah sosialiasi yang masif dilakukan oleh KPU Kota Solo. Menurutnya, target 77,5 persen tingkat partisipasi pemilih harus terpenuhi.

Ia meminta masyarakat menggunakan hak pilihnya untuk mewujudkan Indonesia yang baik. Ia juga meminta masyarakat untuk menyikapi pemilu dengan bijak tanpa harus berkonflik. Berbeda pilihan itu merupakan hal yang biasa tanpa harus mencela atau menghujat.