Maskapai Bertambah, Tarif Umrah di Solo Diharapkan Makin Kompetitif

Ilustrasi umrah (Setkab.go.id)
04 Maret 2019 09:30 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Bertambahnya maskapai yang menawarkan rute penerbangan umrah langsung dari Solo dinilai akan berdampak baik bagi pasar umrah di Solo dan sekitarnya.

Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) berharap bertambahnya maskapai yang membuka jalur umrah bisa membuat tarif umrah lebih kompetitif.

Seperti diberitakan, Citilink berencana membuka rute umrah. Dengan demikian akan ada tiga maskapai penerbangan yang membuka layanan perjalanan dia Solo.

Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu, mengatakan Perpuhi sangat mendukung adanya maskapai lain yang membuka rute umrah dari Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Hal ini akan menambah pilihan masyarakat Solo dan sekitarnya yang ingin pergi umrah ke Tanah Suci.

Dia mengatakan sebelumnya ada dua maskapai yang melayani penerbangan umrah melalui bandara di Boyolali ini. Keduanya adalah Lion Air dan Garuda Indonesia. Masing-masing maskapai memiliki fasilitas dan tarif yang berbeda.

"Misalnya untuk Lion Rp12,7 juta kemudian Garuda sekitar Rp14,7 juta. Kalau nanti Citilink bisa di bawah Rp12 juta tentu harganya menjadi lebih kompetitif dan yang diuntungkan adalah masyarakat," kata dia kepada Solopos.com, Minggu (3/3/2019).

Menurutnya dengan semakin banyaknya maskapai yang membuka rute umrah dari Bandara Adi Soemarmo akan mendorong Solo sebagai City of Umrah ke depannya. Her mengatakan dengan dua maskapai yang telah melayani penerbangan umrah sebelumnya, setidaknya tersedia sekitar 60.000 kursi dalam satu periode umrah.

"Dengan dibukanya rute umrah dari Citilink nanti kemungkinan ada tambahan sekitar 3.400 kursi dalam satu periode."

Sedangkan mengenai tarif, dia mengatakan dalam lima tahun terakhir, peningkatan tarif umrah per tahun rata-rata mencapai sekitar 50 dolar AS per pax. Biaya umrah juga sangat terpengaruh dengan naik turunnya dolar.

Saat ini rata-rata paket standar minimal adalah Rp21 juta-Rp22 juta. "Komposisi biaya, untuk transportasi 60%, akomodasi 25% dan 15% untuk keperluan lain-lain meliputi visa, perlengkapan, handling dan sebagainya," terang dia.

Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengatakan Citilink sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia akan melayani penerbangan ke Tanah Suci mulai 2 April 2019.

Citilink melayani penerbangan tiga kali dalam sepekan yaitu Selasa, Kamis, dan Minggu, menggunakan pesawat tipe A320 Neo terbaru yang berkapasitas 180 seats. Penerbangan ini langsung dari Bandara Adi Soemarmo-Hyderabad-Jeddah.

Sedangkan Garuda Indonesia melayani penerbangan tiga kali dalam sepekan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kemudian Lion Air melayani penerbangan Solo ke Jeddah sepekan dua kali setiap Senin dan Sabtu.