Underpass Jalan Transito Solo Dibangun Juni

Lokasi bakal underpass Jl. Transito, Laweyan, Solo. (Solopos - Nicolous Irawan)
04 Maret 2019 13:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pembangunan underpass atau perlintasan bawah yang mengubungkan Jl. Transito, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, ke Jl. Kunir, Desa Makamhaji, Kecamatan, Kartasura, Sukoharjo, ditargetkan bisa dimulai Juni. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo, Endah Sitaresmi Suryandari, mengatakan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tengah menyusun detail engineering design (DED) yang diupayakan rampung Maret ini. 

“Setelah DED selesai, Pemkot akan mengurus izin pembangunan underpass ke Kementerian Perhubungan [Kemenhub],” ucapnya, belum lama ini.

Sita mengatakan desain tersebut dibutuhkan sebagai lampiran pengurusan izin pelaksanaan proyek. Sesudah izin diberikan, Dinas PUPR akan memulai lelang yang umumnya digelar maksimal dua bulan. Paling cepat pada Juni, lintas bawah itu bakal mulai dibangun. 

Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Solo, Joko Supriyanto, mengatakan izin pembangunan lintas bawah diperlukan guna melengkapi persetujuan pemerintah pusat terhadap proyek tersebut. Izin lisan telah disampaikan Pemkot saat Kemenhub melakukan kunjungan lapangan untuk survei pembangunan jalan layang Purwosari, akhir 2018 lalu. 

“Underpass ini kan dibangun sebagai pendamping flyover Purwosari. Secara lisan, Kemenhub sudah melihat lokasi. Peninjauan resmi baru dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengajuan izin pembangunan dari Pemkot,” kata dia, dihubungi, Senin (4/3/2019).

Rencana pembangunan underpass di Jl. Transito telah mengemuka sejak akhir Januari 2019. Pemkot bermaksud memfungsikan jalur bawah tanah itu untuk memecah arus bagi pengendara motor dan kendaraan tidak bermotor, jika pembangunan jalan layang sebidang Purwosari mulai dibangun pemerintah pusat. 

Lokasi pembangunan lintas bawah adalah bekas perlintasan sebidang kereta api yang sudah ditutup warga sejak akhir 1990-an karena kerap terjadi kecelakaan. Desain underpass nanti tingginya tiga meter dengan panjang 18 meter. 

Anggarannya menggunakan APBD 2019 senilai Rp800 juta, ditambah Rp200 juta untuk pengadaan pompa banjir pada APBD Perubahan 2019. Sesuai desain dari konsultan, kemungkinan banjir sebenarnya kecil, tapi Pemkot tetap melakukan antisipasi jika muka air banjir lebih tinggi dibanding muka air tanah.

Pembangunan lintas bawah juga berdampak pada penataan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di bahu Jl. Transito yang dekat dengan rel.