Mifa Rohmatus Sayyidah Sering Jadi Sasaran Protes Penumpang

Mifa Rohmatus Sayyidah, announcer Stasiun Solo Balapan. - solopos.com / Farida Trisnaningtyas
04 Maret 2019 12:36 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Mifa Rohmatus Sayyidah mungkin bukan penyanyi, namun kebiasaan sehari-harinya mirip dengan yang dilakukan penyanyi yaitu antara lain pantan minum es demi suaranya. Suara memang sangat berharga bagi perempuan kelahiran 16 Januari 1997 silam ini karena dia bertugas sebagai announcer atau petugas penyampai informasi di Stasiun Solo Balapan.  mungkin bukan penyanyi, namun kebiasaan sehari-harinya mirip dengan yang dilakukan penyanyi yaitu antara lain pantan minum es demi suaranya. Suara memang sangat berharga bagi perempuan kelahiran 16 Januari 1997 silam ini karena dia bertugas sebagai announcer atau petugas penyampai informasi di Stasiun Solo Balapan. 

Ya, perempuan asal Pati, Jawa Tengah, ini rutin menemani para penumpang yang bepergian atau pun berdatangan dengan kereta api melalui Stasiun Solo Balapan sejak dua tahun lalu. Tugas utamanya adalah memberikan pengumuman kedatangan maupun keberangkatan kereta api. “Saya enggak punya background pendidikan broadcast atau gimana. Dulu saya melamar untuk posisi announcer. Syaratnya seperti lamaran pada umumnya, hanya prosesnya saya diminta baca teks pengumuman,” ujarnya saat ditemui solopos.com, belum lama ini. 

Mifa juga mesti pandai menjaga kesehatan terutama suara agar tetap jernih sehingga bisa menyampaikan informasi kepada para penumpang dengan baik. Andalannya adalah banyak minum air putih saat bekerja. Tantangan lainnya adalah saat dia bekerja dalam keadaan mengalami radang tenggorokan atau sakit. Biasanya ia berhenti sebentar mengambil jeda dan bernapas baru kemudian memberikan pengumuman lagi.

“Misalnya ada kereta mau masuk di jalur 5. Kami memberitahukan kepada pada penumpang agar mendekat ke jalur tersebut. Tugas kami mengumumkan memberikan arahan petunjuk agar memastikan mereka ada di jalur yang benar dan tidak ketinggalan kereta,” imbuhnya.

Penyampaian pengumuman pun menurut dia sudah ada standarnya, Dia mencontohkan untuk pengumuman kereta datang atau berangkat harus diberitahukan kepada penumpang sebanyak dua hingga tiga kali dalam waktu lebih kurang lima hingga 10 menit sekali menjelang kereta datang atau berangkat. Meskipun demikian, ada saja pengalaman yang didapatkannya, seperti mendapat keluhan atau protes para penumpang. Biasanya mereka yang ketinggalan kereta langsung menyalahkan announcer dengan alasan tidak ada pengumuman atau pengumuman dan pemberitahuan kurang sering diperdengarkan.