Solo Bakal Punya Convention Hall International Senilai Rp125 Miliar

Truk terparkir di Pusat Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan, Jebres, Solo, Senin (6/2 - 2017). (Solopos/Nicolous Irawan)
04 Maret 2019 19:05 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pedaringan Solo yang ditargetkan rampung akhir tahun ini bakal disusul dengan rencana pembangunan megaproyek convention hall (pusat konvensi) kelas internasional.

Pusat konvensi itu akan berbagi tempat dengan SPBU di lahan seluas 5 hektare. Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan Kota Solo, Chriswanto Tri Santosa, mengatakan pembangunan pusat konvensi tak bisa berbarengan dengan SPBU.

Pembangunan yang setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp125 miliar itu diharapkan berasal dari investor. “Prioritas pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak bisa diproyeksikan untuk membangun pusat konvensi,” kata dia saat berbincang dengan wartawan, Rabu (27/2/2019).

Chris, sapaan akrab Chriswanto Tri Santosa, mengatakan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Solo sudah membawa rencana pembangunan pusat konvensi itu ke Keris (Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi dan Pariwisata) Jawa Tengah pada 2018.

Pusat Konvensi Pedaringan akan dinilai di tingkat provinsi, apakah layak mendapatkan investasi atau sebaliknya.

“Keris Jateng 2018 menjadi kali ke dua setelah pada 2017 juga dimasukkan ke ajang yang sama. Saat itu pusat konvensi kalah dengan salah satu program lain yang mendesak di Kota Solo,” ucapnya. Tahun ini dia optimistis proyek itu dapat masuk nominasi unggulan. Program yang unggul di Keris 2017 itu adalah proyek penerangan jalan umum (PJU) pintar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Desain bangunan pusat konvensi, sambung dia, rencananya masih sama dengan desain hasil sayembara tiga bangunan pada 2016. Sayembara yang diikuti masyarakat umum itu melombakan desain Masjid Taman Sriwedari Solo, Gedung Wayang Orang Sriwedari, dan pusat konvensi.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kedua proyek itu merupakan upaya pemkot untuk mewujudkan Kawasan Pedaringan sebagai pusat ekonomi dan bisnis baru.