Tanggul Jebol Bikin 200 Ha Sawah di Tawangsari Sukoharjo Tak Bisa Ditanami

Seorang perangkat desa melihat tanggul saluran induk Colo Barat di Desa Grajegan, Tawangsari, Sukoharjo, Senin (4/3/2019). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
04 Maret 2019 18:40 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tanggul saluran irigasi induk Colo Barat di Desa Grajegan, Kecamatan Tawasangari, Sukoharjo, jebol pada Minggu (3/3/2019) dini hari. Akibatnya, lebih dari 200 hektare sawah terancam tak ditanami alias bera lantaran terendam genangan air.

Pantauan Solopos.com, Senin (4/3/2019), posisi tanggul saluran irigasi induk Colo Barat terletak di pinggir ruas jalan Tawangsari-Weru. Saluran irigasi induk Colo Barat menyuplai air ke lahan pertanian di wilayah Sukoharjo bagian selatan dan Klaten.

Tanggul yang jebol sepanjang sekitar lima meter. Air saluran irigasi langsung mengalir ke sungai. Imbasnya, ketinggian air sungai bertambah signifikan dan meluap ke ratusan hektare areal persawahan.

Kepala Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Mujiyono, mengatakan bangunan tanggul saluran irigasi induk Colo Barat retak pada beberapa tahun lalu. Hal itu disebabkan gerusan erosi sungai saat turun hujan lebat dengan intensitas tinggi.

“Sebelumnya, kondisi tanggul saluran irigasi sudah retak. Kami memperkirakan tanggul tak kuat lagi menahan laju erosi sungai,” kata dia saat berbincang dengan wartawan, Senin.

Selain itu, jebolnya tanggul saluran irigasi dipengaruhi faktor usia kontruksi tanggul. Tanggul saluran irigasi itu dibangun saat era kepemimpinan Presiden Soeharto. Usia kontruksi tanggul saluran irigasi diperkirakan lebih dari 40 tahun.

Sesaat setelah tanggul saluran irigasi itu jebol, Mujiyono langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk menutup pintu saluran air Colo Barat. Langkah ini agar air saluran irigasi tak meluap ke areal persawahan.

“Sebagian besar air saluran irigasi sudah merendam lahan pertanian. Jika ditotal lahan pertanian yang terendam air lebih dari 200 hektare,” ujar dia.

Lebih jauh, Mujiyono menambahkan telah mengirim surat ke BBWSBS yang berisi permintaan agar tanggul itu segera diperbaiki. Dia menyebut ada sejumlah lokasi tanggul kritis di sepanjang saluran irigasi induk Colo Barat.

Saluran Colo Barat mengairi lahan pertanian di tiga daerah yakni Sukoharjo, Wonogiri, dan Klaten dengan luas lahan pertanian sekitar 5.000 hektare. “Para petani tak jadi menanam benih padi lantaran lahan pertanian terendam banjir. Saya minta agar instansi terkait segera memperbaiki tanggul saluran irigasi lantaran implikasinya sangat luas.”

Sementara itu, seorang anggota staf operasional BBWSBS, Bejo, menyatakan petugas telah menyurvei kondisi tanggul saluran Colo Barat yang jebol. Survei dilakukan untuk menghitung kebutuhan material pengerjaan proyek perbaikan tanggul.

Dia memperkirakan tanggul mulai diperbaiki pekan ini. “Tanggul yang berumur tua tak kuat menahan laju erosi sungai. Secepatnya bakal diperbaiki [tanggul yang jebol],” kata dia.