Baru Terbentuk, Ini Komitmen PHRI Boyolali

Jembatan bambu di atas kebun stroberi di Bukit Lempuyangan Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, menjadi salah satu wisata alam alternatif. (Solopos - Nadia Lutfiana Mawarni)
04 Maret 2019 07:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Boyolali baru saja memiliki asosiasi pengusaha di bidang hotel dan restoran, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Boyolali.

PHRI Boyolali periode 2019-2024 diketuai Heni Lestari Dwi Fitrianti, pemilik Hotel Boyolali Indah. Pengurus PHRI Boyolali dilantik di Pendapa Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis (28/2/2019) pekan lalu.

PHRI dan Pemkab Boyolali berkomitmen bakal menggenjot pengembangan potensi wisata di Boyolali utamanya di kawasan pinggiran.
Program kerja jangka pendek BPC PHRI Boyolali adalah pengembangan wisata alam seperti di Kecamatan Selo dan Desa Wisata Kemasan di Kecamatan Sawit. Hal ini disampaikan Heni Lestari Dwi Fitrianti seusai pelantikan, Kamis lalu.

“Muncul wisata-wisata baru di pinggir seperti Gancik di Selo dan desa wisata Kemasan di Sawit. Ini akan kami garap bersama-sama,” ujarnya. Komitmen ini muncul setelah beroperasinya jalan tol Trans-Jawa yang sebagian melintas di wilayah Boyolali, untuk saat ini dirasa belum berdampak pada peningkatan okupansi hotel di Kota Boyolali.

Heni mengatakan okupansi untuk hotel-hotel di seputaran Kota Boyolali masih di angka 50%-60%. “Sejak ada tol memang belum ada peningkatan okupansi untuk hotel-hotel di seputaran Kota Boyolali, masih sekitar 50%-60%,” ujarnya.

Saat ini terdapat sebelas hotel yang berada di Kota Boyolali dan empat hotel di seputar Bandara Adisumarmo di Kecamatan Ngemplak. Sebagai informasi, wilayah Boyolali Kota dan Ngemplak memiliki akses yang cukup dekat dengan tol Trans-Jawa dengan adanya pintu tol di kawasan-kawasan itu.

Selama ini, lanjut Heni, hotel-hotel di Boyolali lebih banyak terbantu dengan adanya event-event yang diselenggarakan pemerintah daerah setempat. 

Dengan demikian, PHRI Boyolali yang baru terbentuk kepengurusannya ini sangat diharapkan menjadi momentum kerja sama meningkatkan pariwisata Boyolali.

Wisata Alam

“BPC PHRI akan jadi ajang sosialisasi semua pelaku usaha baik hotel, restoran, sekolah dan saling mengenal satu sama lain. Melalui bidangnya masing-masing kami bekerja sama meningkatkan pariwisata. Tamu harus tahu Boyolali dan tahu ada apa saja di Boyolali,” kata dia.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani mengatakan dampak adanya tol lebih dirasakan pengusaha di wilayah pinggiran.

Wakil Bupati M.Said Hidayat mengatakan pengembangan wisata utama Boyolali berupa wisata alam, wisata religi, dan wisata air memerlukan dukungan masyarakat dan PHRI. “Kami mengharapkan PHRI merencanakan program untuk pengembangan pariwisata khususnya di Boyolali,” ujarnya.