Tak Perlu Antre, Berobat Ke RSUD Sragen Bisa Mendaftar Lewat Aplikasi Ini

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Didik Haryanto menunjukkan aplikasi pendaftaran online pasien di ponsel pintar saat sosialisasi pendaftaran pasien rawat jalan secara online di CFD Sragen, Minggu (3/3/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
04 Maret 2019 06:00 WIB Tri Rahayu Boyolali Share :

Solopos.com, SRAGEN -- RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen membuat inovasi baru dalam pelayanan publik, khususnya dalam pelayanan pendaftaran bagi pasien rawat jalan.

Pendaftaran pasien tersebut tidak lagi dilakukan secara manual dengan datang langsung dan mengantre tetapi bisa mendaftar lewat aplikasi online Smart IT (Daftar Online RSSP) yang bisa diundur di Google Playstore ponsel pintar berbasis Android.

Aplikasi pendaftaran pasien online tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak 2017 tetapi baru bisa berjalan efektif per Juli 2018 lalu. Hingga Maret 2019, manajemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen terus menggencarkan sosialisasi penggunakan aplikasi tersebut.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto, bersama jajaran direksi lainnya dan pejabat struktural serta fungsional RSUD memanfaatkan arena car free day (CFD) Sragen untuk sosialisasi aplikasi pendaftaran online tersebut, Minggu (3/3/2019).

Sosialisasi dikemas dalam bentuk bakti sosial konsultasi kesehatan gratis, pemeriksaan tensi, dan sekaligus sosialisasi adanya fasilitas alat kesehatan baru di RSUD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Pendaftaran pasien secara online tersebut masih terbatas bagi pasien yang memiliki nomor rekam medis di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Ya, kalau punya nomor rekam medis tinggal memasukkan dalam kolom yang tersedia maka secara otomatis database pasien sudah muncul secara otomatis. Nomor rekam medis itu terdiri minimal lima digit. Untuk pendaftarannya bisa dilakukan dua hari sebelumnya atau satu hari sebelumnya. Jadi tidak harus datang pada pukul 05.00 WIB hanya untuk ambil nomor pendaftaran manual di RSUD. Setelah mendaftar online, pasien akan mendapat nomor antrean sesuai hari dan jam yang dipilih,” jelas Kasubag Teknologi Informasi (TI) RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Setiana, didampingi Wadir Umum RSUD Sragen dr. Udayanti saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu pagi.

Dari hasil evaluasi tim IT RSUD, kata Setiana, adanya aplikasi pendaftaran online itu mampu mengurangi antrean pasien rawat jalan di RSUD Sragen belum signifikan, yakni 10%-15%. Udayanti menjelaskan jumlah pasien rawat jalan di RSUD Sragen rata-rata mencapai 400.000 orang bulan.

“Kami terus sosialisasi. Rencana kami sosialisasi dengan menggandeng puskesmas agar bisa dimanfaatkan dengan baik. Pendaftaran itu mudah karena bisa dilakukan menggunakan ponsel,” ujarnya.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto, mengatakan aplikasi pendaftaran pasien online itu menjadi terobosan RSUD untuk meningkatkan pelayanan pasien agar tidak terjadi antrean panjang di RSUD. Selain itu, RSUD juga meningkatkan pelayanan berupa menambah perlengkapan alat kesehatan berupa mammography atau alat pendeteksi kanker payudara dan transcranial doppler atau alat pendeteksi stroke.

Ketua Promosi Kesehatan RSUD Sragen, Ana Yuliani, mengatakan sosialisasi aplikasi pendaftaran online itu dilakukan berbarengan dengan promosi kesehatan berupa pemeriksaan tensi gratis, konsultasi kesehatan, deteksi kelainan tulang belakang, pemeriksaan kejiawaan, pemeriksaan telinga hidung tenggorokan bedah kepala-leher.