Begini Pesan Puan Maharani soal Pemanfaatan Dana Desa di Klaten

Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menyerahkan bantuan sosial saat peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) di Alun-alun Klaten, Jumat (1/3/2019).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
04 Maret 2019 04:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, melakukan kunjungan kerja ke Klaten dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN), Jumat (1/3/2019).

Dalam kesempatan itu, Puan menyampaikan permasalahan stunting atau kekerdilan memerlukan intervensi dari berbagai pihak termasuk penggunaan dana desa.

“Intervensi ini bersinergi di 21 kementerian/lembaga. Mereka masuk ke wilayah kena stunting. Targetnya, seluruh kasus stunting bisa dituntaskan dari tahun ke tahun,” kata Puan saat ditemui wartawan di Alun-alun Klaten.

Puan mengatakan untuk mengatasi persoalan stunting tak hanya dilakukan pascakelahiran. Pencegahan dilakukan sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kelahiran. “Makanya intervensi oleh Kementerian Kesehatan dan 21 kementerian/lembaga selain masyarakat dan ibu sehat dan gizi cukup, perlu ada penerapan pola hidup sehat bagi ibu hamil,” katanya.

Sementara itu, dalam peringatan HGN tersebut, Puan menekankan pentingnya gizi dan kebersihan makanan sebagai faktor penentu menciptakan generasi gemilang. Para ibu hamil dan menyusui diminta tetap makan-makanan yang sehat lantaran akan diserap oleh bayi mereka.

Puan juga meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) aktif memberikan pemahaman kepada pengusaha dan konsumen terkait pentingnya makanan dan obat-obatan yang sehat. “Tugas BPOM memberitahu pengusaha agar jangan menjual makanan yang tidak sehat yang bisa merugikan masyarakat,” katanya.

Kepala BPOM, Penny L. Lukito, mengatakan selama ini BPOM memfasilitasi dan memberikan penguatan ke UMKM. BPOM menggandeng Pemkab untuk menggulirkan program edukasi terkait konsumsi pangan aman dan sehat. “Khusus untuk Klaten, BPOM mengapresiasi Pemkab yang mendorong keamanan dan gizi pangan dengan keterlibatan dari kader kesehatan dan berbagai inovasi untuk keamanan pangan,” jelas dia.

Peringatan HGN itu digelar bersamaan dengan program bertajuk Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat oleh Tempo Scan Grup. Presiden Direktur Tempo Scan Grup, Handojo S. Muljadi, mengatakan pada 2019 program tersebut menjangkau beberapa wilayah di Klaten dengan total penerima bantuan diperkirakan 5.000 orang anak berusia di atas dua tahun. Penerima bantuan yakni anak dengan kondisi kurang gizi dan masuk dalam golongan keluarga ekonomi lemah atau miskin.

“Bantuan kesehatan diberikan secara berkesinambungan dalam kurun tiga bulan. Selain itu, orang tua dari anak-anak tersebut akan diedukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus pencegahan penyakit,” kata dia.