Sukarelawan Wonogiri Sisir Sampah di Berbagai Tempat

Sukarelawan, warga, dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri menggelar bersih-bersih di Pantai Nampu, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Minggu (3/3/2019)./Istimewa - BPBD Wonogiri
04 Maret 2019 12:04 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 di Wonogiri dilakukan dengan kegiatan bersih-bersih serentak yang dimotori oleh sukarelawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri.

Tak seperti tahun sebelumnya, kegiatan bersih sampah kali ini dibebaskan sesuai lokasi sukarelawan berada. Mereka yang ikut kegiatan ini berasalah dari sejumlah komunitas seperti PKK, pelajar, hingga anak-anak. Lokasi yang dibersihkan pun beragam mulai dari lingkungan, sungai, jalan, hingga kawasan pantai. Lokasi kegiatan tersebar di wilayah Kabupaten Wonogiri dengan fokus mengajak dan membudayakan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan terutama di wilayah potensi sumber sampah. Dari kegiatan itu diharapkan bisa membangun kesadaran kolektif melalui komitmen bersama untuk mengelola sampah.

Selain bersih-bersih, masyarakat juga diberikan pemahaman sampah bisa menghasilkan rupiah. “Aksi bersih-bersih kali ini kerangkanya adalah pengurangan risiko bencana. Permasalahan sampah harus menjadi perhatian bersama dan butuh penguatan pemahamanan masyarakat soal sampah. Ada edukasi soal sampah dalam kegiatan hari ini,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, saat dihubungi Espos, Minggu (3/3).

Bambang menilai kesadaran masyarakat membuang sampah dengan tertib sudah cukup tinggi. Adanya tumpukan sampah di lokasi-lokasi yang tidak semestinya biasanya dilakukan oleh warga yang itu-itu saja. Oknum itu biasanya minim empati kepada warga sekitar dan lingkungannya. “Maka itu, dalam kegiatan ini juga warga kampanye lagi soal pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Mereka memasang papan, stiker dengan aneka peringatan yang unik, misalnya, membuang sampah sembarang bukan bagian dari manusia yang bermartabat,” terang dia.

Tak hanya itu, ada pula komunitas sukarelawan yang mengusulkan pelaku pembuang sampah sembarangan diviralkan di media sosial. Bambang berpendapat hal itu tidak masalah sepanjang tetap menjaga sikap dan perilaku yang santun saat bermedia sosial. “Saat mengunggah ke media sosial jangan pakai kata-kata kasar. Berikan penjelasan dengan santun kalau perilaku membuang sampah itu tidak patut ditiru dan berdampak timbulnya bencana. Yang utama adalah memberikan edukasi kepada masyarakat soal sampah,” pesan Bambang.