Penonton Festival Keselamatan Berkendara Wonogiri Disuguhi Aksi Freestyler

Freestyler asal Sukoharjo, Dhendy Yudi Pramuda, 20, melakukan wheelie saat acara Millenial Road Safety Festival (MRSF) di Alun-alun Giri Krida Bakti, Wonogiri, Minggu (3/3/2019). (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
04 Maret 2019 03:35 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Kegiatan Millenial Road Safety Festival yang digelar Polres Wonogiri di Alun-alun Giri Krida Bakti, Wonogiri, Minggu (3/3/2019), menghadirkan atraksi freestyle motor.

Pertunjukan kuda besi gaya bebas selama sekitar 30 menit itu mengundang decak kagum penonton yang berdiri di sepanjang Jl. Kabupaten depan pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri.

Salah satunya atraksi yang dilakukan freestyler asal Sukoharjo, Dheny Yudi Pramuda, 20. Di hadapan ribuan pasang mata, Dheny melakukan kemampuannya mengendalikan sepeda motor dengan roda depan terangkat (wheelie).

Selain itu, ia juga mengendarai sepeda motor Honda CB150 modifikasi itu dengan kecepatan tinggi lalu mengerem dengan roda depan sehingga ekor motor itu terangkat ke udara (stoppie). Aksi Dhendy sukses mengundang riuh tepuk tangan penonton.

Aksi mendebarkan Dhendy yang lain adalah saat melakukan teknik stoppie dengan seorang polwan di ujung lintasan. Ia menghentikan sepeda motornya tepat di depan polwan itu sembari mengangkat ekor sepeda motornya ke udara.

Polwan itu pun lalu diboncengkan Dhendy untuk melakukan aksi lain dengan wheelie dan stoppie dengan beragam variasi. Tak hanya polwan yang ikut merasakan langsung aksi menegangkan Dhendy.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwiayati dan Bupati Wonogiri Joko Sutopo juga sempat diboncengkan Dhendy saat melakukan teknik wheelie. Duet mereka sontak mengundang riuh tepuk tangan penonton.

Dhendy, laki-laki yang pekerjaan sehari-harinya berdagang ini kemudian membagikan tip soal melakukan atraksi freestyle yang dilakoninya khususnya untuk pemula yang tertarik menjadi freestyler. Menurut dia, yang utama sebelum memulai freestyle adalah soal keselamatan.

Tubuh pengendara harus dilengkapi alat pengaman meliputi sarung tangan, sepatu, baju lengan panjang, helm full face, hingga mengenakan body protector. Hal ini penting untuk meminimalkan cedera saat jatuh dan lainnya.

“Yang utama safety dulu. Semua harus lengkap untuk melindungi tubuh kita,” kata Dhendy saat ditemui Solopos.com seusai atraksi di pendapa rumah dinas Bupati Wonogiri, Minggu.

Tak hanya itu, Dhendy melanjutkan seorang freestyler pemula harus sabar dalam melatih skill-nya. Ada tiga teknik dasar yang harus dikuasai freestyler pemula yakni wheelie, stoppie, dan burn out.

"Burn out adalah membakar ban belakang hingga mengeluarkan asap. Berlatih freestyle itu harus sabar. Enggak sama dengan berlatih grass track, drag race, atau lainnya. Latihan freestyle itu lebih lama,” ujari dia yang menekuni fresstyle motor sejak empat tahun lalu.

Yang tak kalah penting adalah soal perawatan mesin. Meski tak ada perawatan khusus, perawatan rutin harus tetap dilakukan demi menjaga performa sepeda motor. “Kalau sepeda motor prima, teknik burn out itu gampang. Dan yang paling penting adalah rem. Soalnya, kita mainnya di rem,” beber dia.