4 Alumnus Teknik Industri FT UNS Solo Diundang untuk Memotivasi Mahasiswa, Begini Nasihat Mereka

Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggelar acara Industri Berdikusi di Red Chillies Hotel, Sabtu (2/3 - 2019). Agnes Yustin Roswita.
05 Maret 2019 03:00 WIB Agnes Yustin Roswita Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Empat alumnus Program Studi Teknik Industri (TI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo diundang di acara Industri Berdiskusi (Induksi) yang dihadiri para mahasiswa. Mereka diminta memotivasi mahasiswa agar sukses dalam karier.

Kegiatan temu kangen para alumnus dan diskusi itu digelar di Red Chillies Hotel, Sabtu (2/3/2019). Beberapa nasihat mereka antara lain tidak takut mengeksplorasi hal baru, ambil pekerjaan yang disukai agar dan mempelajarinya secara spesifik, serta banyak lagi lainnya.

Keempat narasumber itu adalah pengusaha start up UMG Idealab-Frogs Indonesia, Rakhman Ardiansyah; dari PT Krama Yudha Tiga Berlian, Edwin Anangga Maryan; dari PT Bursa Efek Indonesia, Listyorini Dian Pratiwi; dan anggota staf khusus Dewan Pertimbangan Presiden Indonesia, Sofian Rendy Ardiansyah.

“Ini merupakan acara reuni dan diskusi ke-21. Tujuan kami memotivasi mahasiswa sekaligus memberikan persepsi baru tentang dunia kerja. Semuanya dipaparkan oleh empat naasumber. Selain memotivasi, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri para mahasiswa untuk siap bersaing di dunia kerja,” kata ketua panitia Grand Union Teknik Industri ke-21 UNS, Yusuf Priyandari, saat ditemui Solopos.com pada Sabtu.

Acara diskusi dipandu moderator dari mahasiswa TI UNS, Theo Coqnito Icrally. Menurut Yusuf Priyandari, keempat narasumber didatangkan dari masing-masing sektor manufaktur yakni sektor keuangan, wirausaha, pemerintahan, hingga bisnis start up.

“Mengejar passion dan mengeksplorasi ilmu lainnya, semua saya pelajari secara generalis dan spesialis. Saya suka mempelajari ilmu dalam artian luas. Karier ke depan juga lebih luas. Kalau ingin spesialis, ambillah pekerjaan yang Anda sangat sukai. Pelajari ilmu tersebut secara spesifik,” kata Sofian Rendy saat menjawab pertanyaan dari salah seorang mahasiswa tengah mempertanyakan fokus kuliah dan karier.

Menurut Edwin Anangga, saat mengikuti passion sudah pasti mengeksplorasi hal baru. Persoalan fokus kuliah dan karier yang berbeda, menurut dia, tidak terlalu masalah.

“Kami tidak pernah tahu nasib kami ke depan. Jika kuliah terasa sulit, yang terjadi mungkin dua hal. Benar-benar bukan passion atau tidak belajar secara sungguh-sungguh.”

Kepala Prodi TI FT UNS, Wahyudi Sutopo, saat ditemui Solopos.com seusai diskusi mengatakan ingin membangun ikatan alumnus yang kuat dan memberikan penguatan jejaring dengan dunia industri.

“Dari diskusi ini kami jadi tahu mana saja yang harus kami perbaiki. Terlebih pada persoalan operasional, misalnya bagaimana membuat hubungan lebih efektif dengan jejaring Industri. Kami sudah bekerja sama dengan Institute of Industrial and Systems Engineers [IISE] dan Industrial Engineering and Operations Management Society [IEOM],” kata dia.