Hari Ini, Jalur Ganda KA Solo-Sragen Mulai Digunakan

Pembangunan jalur ganda dari Solo-Sragen melintasi wilayah Karanganyar di Jaten dan Kebakkramat. Foto diambil Rabu (11/4 - 2018). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
05 Maret 2019 07:00 WIB Farida Trisnaningtyas/Sri Sumi Handayani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jalur ganda atau double track kereta api dari Stasiun Jebres Solo hingga Stasiun Kedungbanteng Sragen bakal dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) VI Yogyakarta mulai Selasa (5/3/2019).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Tengah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Arief Sudyatmoko, mengatakan jalur ganda dari Stasiun Jebres sampai Stasiun Kedungbanteng ini memiliki panjang 34 kilometer (km).

Menurutnya, secara garis besar teknik proyek sudah diselesaikan PT KAI. “Proyek sudah 98%, 2% ini tinggal mencocokkan sinyal mekanik dan elektriknya. Total proyek jalur ganda ini sebenarnya sepanjang 42 km yang melintasi PT KAI wilayah Daops VI dan Daops VII PT KAI. Sedangkan untuk Daops VI yang dikerjakan 34 km,” kata dia kepada wartawan di Stasiun Solo Balapan, pekan lalu.

Lebih lanjut Arief memaparkan jalur ganda ini akan melewati enam stasiun, yakni empat stasiun lama dan dua stasiun baru. Stasiun lama adalah Stasiun Masaran, Stasiun Sragen, Stasiun Kebon Kromo, dan Stasiun Kedungbanteng.

Sementara untuk stasiun baru Stasiun Palur dan Stasiun Kemiri. Menurutnya, dua stasiun baru tersebut pembangunannya mencapai 90%. Dia memperkirakan akhir April mendatang baik Stasiun Palur maupun Kemiri bisa beroperasi penuh.

Di sisi lain, dia berharap jalur ganda ini bisa mengurai kepadatan lalu lintas kereta api. Dalam hal ini dimungkinkan penambahan kapasitas jumlah KA yang nantinya melintasi double track ini.

Terlebih jalur ganda lintas selatan ini nantinya membentang dari Solo hingga Surabaya. Sementara itu, Kepala Daops VI Yogyakarta PT KAI, Eko Purwanto, mengatakan sudah melakukan final check jalur ganda sebelum resmi beroperasi Selasa ini.

Menurutnya, adanya double track ini akan bisa membuka layanan rute lain atau memperpanjang jurusan tertentu. Dia mencontohkan rute KA Prambanan Ekspres (Prameks) bisa diperpanjang hingga Stasiun Palur, Karanganyar.

“Penambahan jumlah kereta api akan kaji kembali. Namun demikian, kemungkinan dalam waktu dekat kami perpanjang jalur Prameks hingga Stasiun Palur," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Solopos.com, pekan lalu rombongan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah dipimpin Arief Sudyatmoko sempat mengecek langsung untuk memastikan kesiapan jalur ganda dari Palur hingga Kedungbanteng.

Itu merupakan pengecekan final sebelum jalur ganda itu diresmikan Selasa ini. Arief mengatakan dampak positif dari pembangunan jalur ganda adalah secara keamanan meningkat karena sistem kemanan sinyal kereta api menjadi elektrik.

Perjalanan kereta api menjadi lebih aman. Keuntungan lain adalah mengurangi persilangan. "Jadi tidak ada saling menunggu kereta api. Dua kereta api ketemu, jalan di jalur masing-masing. Waktu tempuh semakin singkat karena persilangan enggak ada," jelas dia.

Di sisi lain, di Stasiun Palur masih ada bangunan lama yang belum dibongkar yakni ruang pengatur perjalanan kereta api (PPKA). PPKA akan dibongkar setelah jalur ganda dan sistem persinyalan rampung.

Selain itu, atap selter belum rampung karena terkendala bangunan PPKA. "Ini sudah 98 persen. Masih ada pekerjaan yang baru bisa dilakukan setelah menuntaskan jalur ganda. Selter belum nyambung karena menunggu bangunan ini dibongkar. Jadi ini mengecek kesiapan jalur, fasilitas operasional, dan kesiapan peluncuran."