Dokter: Limbah Jarum Suntik Dibuang di Jurug Solo Bekas Digunakan Manusia

Ribuan jarum suntik bekas ditemukan di bekas TPS Jurug, Jebres, Solo, Selasa (5/3/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
05 Maret 2019 20:15 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo langsung mengirimkan ahli medis untuk meneliti jarum suntik bekas yang ditemukan di bekas lokasi PKL dekat TPS Jurug, Jebres Selasa (5/3/2019).

Menurut dokter yang berada di lokasi temuan, limbah medis yang dibuang itu bekas digunakan manusia. Dokter umum Puskesmas Ngoresan dr. Krisnandar Fredianto yang meneliti jarum suntik itu menemukan ada tiga jenis jarum di lokasi penemuan limbah medis tersebut.

“Kami langsung mendatangi lokasi setelah berkoordinasi dengan DKK Solo untuk menyelidiki temuan limbah medis yang ditemukan. Setidaknya ada tiga jenis jarum yang funsinya berbeda-beda. Ada jarum suntik yang digunakan untuk infus, bisa terlihat dengan selang yang masih terpasang. Lalu ada suntikan yang digunakan untuk penderita gagal ginjal. Lalu yang paling banyak adalah jarum untuk obat,” beber dia saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, dari ketiga jenis jarum yang diteliti sudah jelas jarum tersebut bekas digunakan manusia. Hal tersebut terindikasi dari adanya alat yang digunakan untuk mengobati pasien pengidap gagal ginjal.

“Ini sudah jelas digunakan untuk manusia. Jelas karena ada suntikan untuk mengobati pasien gagal ginjal kalau melihat obat dan suntikan yang dipakai ini,” bebernya.

Bentuk suntikan yang digunakan untuk mengobati pasien gagal ginjal berbeda dibandingkan suntikan lainnya. Bentuk dari suntikan tersebut seperti tabung dengan ada per berbentuk spiral di dalamnya. Terdapat warna merah di dalam tabung suntikan tersebut.

“Sudah jelas melihat bentuk suntikan ini adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengobatan terhadap pasien gagal ginjal. Sudah jelas untuk manusia. Obatnya dan metode yang digunakan adalah untuk manusia,” jelasnya.

Menurut Krisnandar, limbah medis yang dibuang sembarangan sangat berbahaya karena sudah tercampur dengan cairan tubuh pasien pengidap penyakit. Penyakit yang menginfeksi bisa saja HIV/AIDS atau hepatitis. Karenanya perlu penanganan yang hati-hati terhadap limbah medis.

“Berbahaya, karena sudah dipakai. Sudah kontak dengan cairan tubuh. Misal terinfeksi HIV atau hepatitis tentu saja berbahaya. Langsung akan kami tangani bersama dengan RSJD Solo,” bebernya.