Tertib Tapi Macet, Ini Kata Dishub Solo Soal Bangjo Ngoresan Belakang UNS

Pengendara sepeda motor tidak memakai helm dan menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) saat masih berwarna merah di perempatan Jl. Ki Hajar Dewantara, Ngoresan, Jebres, Solo, Jumat (15/2/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
05 Maret 2019 21:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo segera melakukan kajian terkait kondisi Simpang Ngoresan belakang kampus UNS Solo yang dikeluhkan warga sering macet justru setelah pengendara mematuhi traffic light (bangjo).

Simpang Ngoresan saat ini belum terkoneksi dengan ruang kontrol Dishub Kota Solo. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Ari Wibowo, kepada Solopos.com, Selasa (5/3/2019), mengatakan memang sudah seharusnya pengendara yang melintas Simpang Ngoresan tertib berlalu lintas.

Bukan hanya karena wacana pemasangan kamera pengawas (CCTV) di kawasan itu. “Masyarakat mengeluh karena belum terbiasa saja, harusnya segera menyesuaikan diri. Segera akan kami evaluasi terkait lama waktu nyala hijau dari masing-masing arah," jelas Ari.

Ari menjelaskan saat ini alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau lampu bangjo di simpang Ngoresan belum terkoneksi dengan ruang kontrol Dishub sehingga petugas harus datang langsung ke lokasi untuk mengatur waktu nyala masing-masing lampu. "Apabila sudah terkoneksi dengan ruang kontrol Dishub lama waktu hijau dapat diintervensi dari kantor,” ujarnya.

Ia menambahkan APILL di Simpang Ngoresan pemasangannya sudah melalui kajian khusus. APILL itu memang dibutuhkan di lokasi tersebut. Menurutnya, kondisi saat ini dengan perilaku masyarakat yang tertib namun macet jauh lebih aman dibandingkan lancar namun menerobos lampu APILL dan tidak tertib lalu lintas.

Apalagi simpang itu merupakan pertemuan dari banyak arah sehingga akan rawan kecelakaan. Menurutnya, selain melalui kajian khusus, pemasangan APILL itu juga berdasarkan permintaan warga.

Selain itu, ruas jalan yang semakin lebar dan banyak akses baru juga menjadi pertimbangan. Ia memperkirakan kawasan Solo utara dan Ngoresan akan terus berkembang sehingga APILL di Simpang Ngoresan sangat dibutuhkan.

Ia mengatakan banyak kejadian kecelakaan di lokasi itu namun tidak dilaporkan kepada pihak berwajib. Karena itulah, camera closed circuit television (CCTV) segera dipasang di simpang tersebut.

Pada malam hari kawasan itu juga kurang penerangan. Dishub segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk menambah penerangan di Simpang Ngoresan.

Kasi Pusat Pengendalian dan Pengembangan Lalu Lintas Dishub Solo, Surya Dewantara, mengatakan pemasangan kamera CCTV tidak hanya sebagai sarana penunjang lalu lintas melainkan untuk keamanan dan ketertiban di kawasan itu. Menurutnya, kawasan itu merupakan simpang dengan jumlah pelanggaran lalu lintas kategori tinggi di Kota Solo.