Evakuasi Limbah Jarum Suntik di Jurug Solo Gunakan Magnet

Proses evakuasi jarum suntik bekas yang dibuang dekat eks TPS Jurug, Solo, Selasa (5/3/2019). (Solopos - Candra Mantovani)
05 Maret 2019 22:40 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dua orang berseragam lengkap dengan helm dan masker mendatangi lokasi penemuan limbah medis jarum suntik di dekat bekas TPS Jurug, Jebres, Solo, Selasa (5/3/2019).

Mereka membawa beberapa safety box berwarna kuning untuk melakukan proses evakuasi limbah medis jarum suntik itu. Tampak dari seragam yang dikenakan, kedua pria tersebut merupakan karyawan dari RSJD Solo.

Sesaat setelah tiba, mereka dengan sigap memulai proses evakuasi limbah medis tersebut. Mereka menggunakan cetok dan sarung tangan karet untuk melindungi diri saat proses evakuasi berlangsung.

Jarum suntik itu dengan hati-hati dimasukkan ke safety box. Safety box berfungsi menyimpan limbah medis selama berada di TPS Bahan Berbahaya Beracun (B3) sesuai dengan aturan yang berlaku.

Proses evakuasi yang dilakukan saat itu dikawal petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Puskesmas Ngoresan, dan Polsek Jebres. Proses evakuasi dilakukan selama kurang lebih satu jam untuk membersihkan jarum suntik sampai tuntas.

Kondisi lokasi yang merupakan batu dan tanah membuat jarum suntik berukuran kecil berada di sela-sela batu dan tanah sehingga mempersulit evakuasi. Para petugas akhirnya menggunakan magnet untuk menarik jarum yang susah diambil pakai tangan dan cetok.

Kasi Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo Herri Widyanto mengatakan sudah berkoordinasi dengan ahli medis untuk mengamankan temuan limbah medis tersebut. Rencananya, limbah tersebut disimpan sementara waktu di TPS B3 sebelum dihancurkan. Alasan penyimpanan juga karena limbah itu menjadi alat bukti penyidikan polisi.

“Kami titipkan dulu di RSJD Solo untuk kemudian dihancurkan. Tapi sementara waktu akan kami simpan terlebih dahulu mengingat ini untuk kepentingan penyelidikan. Lami sudah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Dokter Puskesmas Ngoresan dr. Krisnandar Fredianto mengatakan proses evakuasi dilakukan untuk mengamankan penyebaran virus yang kemungkinan berada di jarum suntik tersebut.

“Seharusnya dimusnahkan. Tapi karena ini berhubungan dengan tindak pidana, akhirnya diputuskan disimpan di RSJD Solo yang memiliki TPS B3 agar aman. Sudah diambil beberapa sampel untuk kebutuhan penyidikan oleh kepolisian,” ujarnya di lokasi penemuan limbah medis.