Animo Warga Sukoharjo untuk Naik Haji Terhitung Tinggi

Ilustrasi jemaah haji (Solopos)
05 Maret 2019 23:01 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-- Animo masyarakat di Kabupaten Sukoharjo untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci cukup tinggi. Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo mencatat setidaknya dalam sehari ada 20 orang mendaftarkan sebagai jemaah calon haji (calhaj).

Tingginya animo tersebut membuat daftar tunggu keberangkatan haji reguler di Sukoharjo hingga 15 tahun lehih. Kepala Kemenag Sukoharjo Insan Muhadi mengatakan animo masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji meningkat setiap tahun.

"Di Kemenag Sukoharjo rata rata jumlah masyarakat yang mendaftar sebagai jemaah calhaj sekitar 20 orang–25 orang per hari," katanya, Senin (4/3/2019).

Tingginya animo masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai jemaah calhaj menyebabkan lamanya daftar tunggu keberangkatan jemaah calhaj cukup lama. Pihaknya pun berulang kali menyampaikan informasi kepada masyarakat bahwa daftar tunggu keberangkatan bisa mencapai 15 tahun, bahkan lebih dari itu. Lamanya daftar tunggu karena banyaknya pendaftar jemaah calhaj  reguler tidak hanya di Sukoharjo, melainkan di seluruh wilayah di Indonesia.

"Kami sudah menjalankan tugas sesuai aturan dari pemerintah pusat pada masyarakat saat akan mendaftar ibadah haji reguler. Salah satunya berkaitan dengan pembatasan usia bagi anak anak yang boleh berangkat ibadah haji," katanya.

Selain itu aturan lainnya berkaitan dengan pembatasan bagi masyarakat yang sudah menjalankan ibadah haji. Di tahun ini, dia mengatakan ada sebanyak 756 orang terdaftar sebagai jemaah calhaj asal Sukoharjo yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Kemenag Sukoharjo kini tengah mempersiapkan pembuatan paspor sebagai salah satu syarat dokumen keberangkatan calhaj dalam menunaikan ibadah haji.

Jumlah calhaj yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tersebut bisa mengalami perubahan. Hal ini menunggu kesiapan akhir termasuk berkaitan soal kondisi kesehatan calhaj. Calhaj akan mengikuti serangkaian tes kesehatan sebelum diberangkatkan guna melaksanakan ibadah haji. Tes kesehatan akan dilaksanakan di Puskesmas. Petugas medis yang melakukan pemeriksaan nantinya akan mengeluarkan hasil masing masing jemaah calhaj . Apabila calhaj dinyatakan sehat, maka siap diberangkatkan. Namun bila sakit akan mendapatkan catatan khusus.

"Dari hasil pemeriksaan kesehatan akan diketahui layak atau tidak untuk diberangkatkan. Bila tidak maka alasannya kenapa misal karena umur tua atau sakit ada catatannya," ujarnya.

Dia mengaku rata-rata calhaj berusia tua saat akan menunaikan ibadah haji karena masa tunggu yang terlalu lama. Dengan demikian banyak jemaah calhaj tergolong resiko tinggi (risti). Mereka perlu penanganan khusus dan pemeriksaan kesehatan. Lebih lanjut dia menjelaskan, calhaj dikatakan risti apabila berusia di atas 60 tahun dan menderita penyakit risiko tinggi, seperti hipertensi, diabetes, jantung dan lain sebagainya. Kemudian di bawah 60 tahun dan memiliki penyakit tertentu dalam penanganan.

Ihwal pembuatan dokumen keberangkatan berupa paspor, dia mengatakan semua jemaah calhaj  wajib mengikuti karena menjadi syarat penting sebelum diberangkatkan menjalankan ibadah. Kemenag Sukoharjo terus melakukan persiapan terhadap semua jemaah calhaj yang sudah terdaftar. Salah satu yang jadi fokus perhatian yakni berkaitan dengan kondisi kesehatan jemaah calhaj.