Duh! Saluran Irigasi di Boyolali Ini Masih Jadi Tempat BABS

Seorang warga menuruni saluran irigasi Irobayan di Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, menggunakan tangga kayu. Warga tersebut hendak BABS di saluran irigasi tersebut. Foto diambil pekan lalu.
05 Maret 2019 16:35 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Saluran Irobayan di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, masih digunakan sejumlah warga untuk buang air besar sembarangan (BABS). Hal tersebut diakui Warsini, 60, seorang warga Dukuh Kanoman Desa Gagaksipat.

Warsini mengatakan BABS di sungai maupun saluran bagi warga seusianya terlanjur membudaya. Penyebabnya, rumah yang ditinggalinya belum memiliki tempat BAB baik yang dibangun secara komunal maupun yang berada di masing-masing rumah.

“Akibatnya warga masih beberapa kali ke saluran untuk buang air besar,” tutur Warsini saat berbincang dengan Solopos.com, di Saluran Irobayan, beberapa waktu lalu.

Meski demikian budaya BABS ini tak lagi menjangkit di kalangan muda. Terlebih untuk rumah-rumah yang sejak awal dibangun telah memiliki kamar mandi. Selain jadi tempat BABS, saluran pertanian Bendung Irobayan kerap dimanfaatkan warga untuk memancing.

Hal ini diakui Dwi, 38, warga setempat. Saban sore atau pagi warga banyak berkumpul membawa alat pancing.

Mengenai BABS ini, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Tri Mandiri, Samidi, membenarkannya. Menurutnya ada sejumlah faktor yang mempengaruhi sedimentasi (pendangkalan) saluran irigasi.

Selain faktor BABS, limbah rumah tangga, dan tanaman liar juga menjadi faktor yang kerap disepelekan warga. “Padahal kan saluran ini [Irobayan] masih digunakan untuk mengalirkan air setidaknya di tiga desa yaitu Gagaksipat, Donohudan, dan Ngesrep,” kata dia.