Para Kepala Daerah Curhat Jalan Rusak ke Gubernur saat Musrenbangwil di Klaten

Tamu undangan menghadiri kegiatan Musrenbangwil se eks Karesidenan Surakarta di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (4/3/2019). Sebagian besar, kabupaten - kota di Soloraya mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan. (Solopos/Ponco Suseno)
05 Maret 2019 03:30 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Usulan perbaikan jalan dari kabupaten/kota di Soloraya ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mendominasi dalam musyawarah rencana pembangunan wilayah (Musrenbangwil) se-eks Karesidenan Surakarta di Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Senin (4/3/2019).

Kepala daerah, baik bupati/wali kota di Soloraya ramai-ramai meminta suntikan dana gubernur Jateng terkait perbaikan jalan.

Musrenbangwil di Soloraya dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta jajarannya. Di tengah acara, peran Ganjar Pranowo memimpin Musrenbangwil Soloraya diambil alih Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin.

Hadir pada kesempatan itu, bupati/wali kota di Soloraya, di antaranya Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo; Bupati Klaten, Sri Mulyani; Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati; Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto; Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa; dan perwakilan bupati dari Sukoharjo dan Boyolali.

Acara juga dihadiri anggota DPRD Jateng dan sejumlah tamu undangan lainnya, salah satunya Gusti Kanjeng Ratu (G.K.R.) Ayu Koes Moertiyah.

Sebanyak 31 dari 69 usulan prioritas yang disampaikan masing-masing kepala daerah di Soloraya meminta bantuan perbaikan jalan. Usulan prioritas tersebut berlaku saat berjalan tahun anggaran (TA) 2020.

Jumlah anggaran yang dibutuhkan Pemprov Jateng guna merealisasikan seluruh usulan dari kabupaten/kota di Soloraya itu senilai Rp587,9 miliar.

Musrenbangwil Soloraya ini mengangkat tema Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Didukung Peningkatan Kualitas Hidup dan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami meminta perhatian seluruh bupati/wali kota untuk memperhatikan kondisi jalan rusak itu. Tekanannya ada dua, yakni kondisi cuaca dan kendaraan yang di atasnya. Tonase kendaraan yang mengalami over dimension dan over load (ODOL)]. Perlu ada tim reaksi cepat juga yang merespons segala masukan dari warga itu,” kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela acara.

Gubernur juga mengaku sering berinteraksi dengan masyarakat di Jateng melalui media sosial (medsos). Di samping itu juga memantau pemberian saran dan masukan di http://rembugan.jatengprov.go.id dan http://sippd.jatengprov.go.id.

Sebagian besar laporan yang masuk ke Gubernur terkait erat dengan persoalan infrastruktur jalan. “Di Jateng ini, urusannya masih soal jalan. Perhatian rakyat masih di jalan,” katanya.

Selain menerima usulan soal perbaikan infrastruktur jalan, Musrenbangwil se-eks Karesidenan Surakarta itu juga dihadiri perwakilan penyandang disabilitas, forum anak, perwakilan forum kerukunan umat beragama (FKUB), petani, dan elemen masyarakat lainya di Soloraya.

“Pada umumnya, penyandang disabilitas rentan terkena masalah sosial karena masih sulit memperoleh aksesibilitas di bidang pendidikan dan keterampilan. Untuk itu mohon diperhatikan tentang aksesibilitas di bidang pendidikan, jalan, kesehatan,” kata perwakilan Forum Komunikasi Disabilitas Boyoali, Sri Setyaningsih.

Perwakilan forum anak asal Sragen, Amalia, mengatakan populasi anak pada 2020 semakin meningkat. Sehingga perlu didukung berbagai upaya yang mendorong kreativitas generasi muda, seperti rumah kreatif atau ruang publik. “Soft skill di kalangan remaja perlu dikembangkan,” katanya.

Perwakilan FKUB Solo, Dahlan, mengatakan perlunya dukungan anggaran terhadap FKUB di Soloraya. Keberpihakan anggaran itu guna mendukung kegiatan FKUB di Soloraya.

“Saya bicara di sini untuk FKUB di Soloraya. Soalnya, FKUB Solo sudah tersedia anggaran,” katanya.