KA Sancaka Jadi Yang Pertama Meluncur di Jalur Ganda Palur-Kedungbanteng

Kereta api 84 Sancaka Reguler rute Jogja menuju Surabaya melintasi jalur ganda di Stasiun Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (5/3/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
05 Maret 2019 18:15 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Dearah Operasi (Daop) VI Yogyakarta meresmikan double track atau jalur ganda sepanjang 34 kilometer dari Stasiun Palur Karanganyar hingga Stasiun Kedungbanteng Sragen di Stasiun Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (5/3/2019).

Pengoperasian jalur ganda ini ditandai melintasnya kereta api 84 Sancaka Reguler rute Jogja menuju Surabaya. Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zamrides, menjelaskan jalur ganda tersebut dibangun sejak 2017 dengan biaya Rp1,3 triliun.

Dia mengatakan masih ada satu jalur ganda yang belum dioperasikan, yaitu dari stasiun Jebres hingga Stasiun Palur. Jalur ganda tersebut akan dioperasikan pada April 2019.

“Mudah-mudahan jalur ganda Solo-Kedung Banteng, Kedung Banteng-Madiun, dan Madiun-Jombang bisa kami operasikan tahun ini. Hari ini kami juga meresmikan jalur ganda Purwokerto-Kroya sepanjang 27 kilometer,” katanya kepada wartawan.

Kepala Daop VI Yogyakarta, Eko Purwanto, menjelaskan Stasiun Palur dan Stasiun Kemiri disiapkan untuk melayani penumpang. Dia mengatakan akan ada relasi untuk beberapa kereta api dan siang itu masih tahap pengkajian.

“Untuk perangkat pelayanan, pemasaran, dan lain-lain sedang kami siapkan. Jalur ganda ini sangat mendukung. Dari sisi keselamatan terjamin karena tidak ada persilangan, kereta api dari arah barat dan dari arah timur tidak bertemu dalam satu titik. Dari sisi waktu juga lebih singkat karena kereta api memiliki jalur masing-masing. Dampaknya baik untuk pengguna kereta api. Kami sedang melakukan kajian untuk penambahan kereta api dan relasinya,” katanya.

Eko menjelaskan tidak semua perlintasan kereta api dijaga petugas. Ada perlintasan yang dibuat oleh masyarakat. Dia mengimbau masyarakat agar melintasi perlintasan kereta api yang resmi supaya aman.

“Hati-hati, sekarang double track, kereta tidak lagi jalan bergantian, kereta api bisa jalan berbarengan dari dua arah. Masyarakat jalan jauh sedikit tidak masalah yang penting tidak membahayakan dirinya sendiri dan pengguna kereta api. Ke depan kami akan tutup perlintasan kereta api yang tidak resmi,” katanya.

Sebelumnya diinformasikan, menyusul dioperasikannya jalur ganda KA dari Palur ke Kedung Banteng, PT KAI tengah mengkaji kemungkinan menambah rute KA Prameks Jogja-Solo sampai Stasiun Palur. Stasiun Palur saat ini masih proses penyelesaian pembangunan.