Alokasi Elpiji 3 Kg Soloraya 2019 Naik Jadi 218.852 Ton

Warga antre membeli elpiji kemasan tabung kapasitas 3 kg. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
06 Maret 2019 06:00 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Alokasi elpiji 3 kg di wilayah Soloraya tahun 2019 ini meningkat dibandingkan alokasi tahun lalu. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengusulkan tambahan kuota dengan pertimbangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pasar saat momentum tertentu.

Sales Eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina, Adeka Sangtraga, mengatakan untuk saat ini semua pemerintah daerah sudah mengusulkan kebutuhan elpiji 3 kg di masing-masing wilayah. Secara keseluruhan ada peningkatan antara alokasi tahun ini dengan tahun sebelumnya.

Dari tujuh wilayah di Soloraya, yaitu Solo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten, total alokasi tahun ini ada 218.852 ton. Sedangkan alokasi sebelumnya ada 196.830 ton.

"Total kenaikan alokasi 2019 dengan alokasi 2018 di wilayah Soloraya sekitar 11,19%," kata dia kepada solopos.com, Senin (4/3/2019).

Dari data alokasi 2019, wilayah Wonogiri memiliki kuota terendah, yaitu 23.999 ton. Jumlah tersebut sudah meningkat 18,50% dari tahun sebelumnya. Kemudian untuk daerah dengan alokasi tertinggi adalah Klaten, yaitu 38.201 ton.

Jumlah tersebut juga meningkat sekitar 9,74%. Sedangkan untuk Kota Solo memiliki kuota 27.746 ton dengan peningkatan dibandingkan tahun lalu sebesar 4,35%. "Jadi untuk kuota tersebut merupakan usulan dari pemerintah daerah," kata dia.

Di sisi lain, dari kuota 2018 di Soloraya yang mencapai 196.830 ton, realisasinya mencapai 208.208 ton. Di Kota Solo, realisasi penggunaan elpiji 3 kg bersubsidi di 2018 mencapai 27.201 ton dari alokasi 26.589 ton.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Solo, Subagiyo, mengatakan alokasi yang telah diusulkan Pemkot Solo untuk kebutuhan elpiji 3 kg telah disetujui. Dia mengatakan alokasi yang diusulkan mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Elpiji 3 kg bersubsidi ini ditujukan untuk keluarga tidak mampu. Untuk peningkatan alokasi, kaitannya dengan kebutuhan insidental di Solo. Agar tidak terjadi kelangkaan, kami ajukan tambahan kuota," kata dia kepada solopos.com, Senin.

Menurutnya, saat mendekati momentum Lebaran, Natal dan tahun baru serta momentum khusus lainnya akan ada peningkatan kebutuhan.

Sebagai upaya untuk memastikan elpiji 3 kg bersubsidi tepat sasaran, Subagiyo mengatakan Pemkot Solo saat ini masih memberlakukan larangan PNS menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi. Selain itu pihaknya akan terus mengawasi penggunaan elpiji di rumah makan.