Longsor Terjang Rumah Warga Miskin di Sambirejo Sragen

Sukarelawan BPBD dan PMI Sragen mengevakuasi material dinding rumah milik Jannah Reso Sentono, 76, di Dukuh/Desa Sukorejo RT 008, Sambirejo, Sragen, yang rusak diterjang tanah longsor, Rabu (6/3 - 2019). (Solopos/Tri Rahayu)
06 Maret 2019 16:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tanah longsor menerjang dinding rumah milik keluarga miskin Jannah Reso Sentono, 76, yang tinggal di Dukuh/Desa Sukorejo RT 008, Sambirejo, Sragen, Rabu (6/3/2019) pagi.Akibatnya, Jannah mengalami kerugian senilai Rp8 jutaan.

Sementara, pagar milik warga Ceme RT 001, Desa Wonotolo, Gondang, Sragen, Ngatmi, 67, yang terletak di pinggir Sungai Bonggo ambrol karena fondasi pagar longsor ke sungai, Rabu pagi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah bencana alam tersebut.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim Palang Merah Indonesia (PMI) dibantu warga, TNI/Polri, serta aparatur Pemerintah Desa Sukorejo dan Pemerintah Kecamatan Sambirejo melakukan kerja bakti untuk mengevakuasi material longsoran tanah yang menimpa rumah Jannah.

Jannah berkisah semalam sempat bermimpi. Dalam mimpi itu, Jannah diperingatkan seorang perempuan tua supaya jangan tinggal di dalam rumah. “Aja ning jero ngomah! Enggal metu saka ngomah! [Jangan di dalam rumah! Segera keluar dari rumah!],” ujar Jannah menceritakan mimpinya.

Setelah bermimpi itu, Jannah terbangun dan melihat jarum jam menunjukkan pukul 05.00 WIB. Jannah segera Salat Subuh lalu menyiapkan beras untuk dimasak di dapur.

“Saat itu terdengar suara gemuruh dari utara rumah. Saya langsung melihat ke kamar. Saat itu suara terdengar bruk! Suaranya keras dan disertai kepulan debu. Setelah keluar rumah ternyata tebing di samping rumah ambrol bersama satu dapur rumpun bambu dan mengenai dinding kamar yang biasa saya gunakan untuk salat,” ujar Jannah saat berbincang dengan solopos.com, Rabu pagi.

Jannah memberitahu tetangganya dan kemudian dilanjutkan melapor ke kepala desa dan diteruskan ke kecamatan dan Polsek. Kades Sukorejo, Sambirejo, Sragen, Sukrisna, menyampaikan rumah Mbah Jannah pernah mendapat bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2018 lalu.

“Mbah Jannah termasuk keluarga miskin dan juga sebagai penerima bantuan pangan non tunai (BPNT). Untuk antisipasi longsor susulan, saya meminta pemilik kebun di atas tebing itu agar memangkas rumpun bambu yang condong ke bawah tebing agar tanah tidak longsor karena terlalu banyak beban dari rumpun bambu itu,” jelasnya.

Camat Sambirejo, Sragen, Nugroho Dwi Wibowo, mengatakan dari sembilan desa di Sambirejo hanya dua desa yang bukan daerah rawan longsor, yakni Blimbing dan Sambirejo. Dia mengatakan tujuh desa lainnya merupakan daerah rawan longsor karena kontur tanahnya berbukit.

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Gondang AKP Kabar Bandiyanto mengatakan longsor juga terjadi di wilayah Gondang, Sragen. Dia mengatakan longsor itu mengakibatkan pagar rumah milik warga Wonotolo, Ngatmi, ambrol dan longsor ke sungai.

“Awalnya, Ngatmi mendengar suara gemuruh dari belakang rumah pada pukul 02.00 WIB. Korban kemudian keluar rumah dan mendapati pagar bagian belakang dan samping rumah sudah longsor ke sungai. Korban melaporkan kejadian ke Polsek. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp7 juta,” ujarnya.