Jembatan Bandung-Kedungpilang Boyolali Dibangun Tahun Ini

Kondisi jembatan yang menghubungkan Desa Bandung/Desa Kedungpilang di Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali. Jembatan tersebut roboh sejak dua tahun lalu dan hingga kini masih menggunakan jembatan sementara. Foto diambil pekan lalu. (Istimewa)
06 Maret 2019 05:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, WONOSEGORO—Jembatan yang menghubungkan Desa Bandung dan Desa Kedungpilang di Dukuh Bandung Kulon, Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, dipastikan bakal diperbaiki tahun ini.

Seperti diketahui, salah satu ruas jembatan tersebut ambruk sejak Januari 2017 lalu. Jembatan sepanjang kurang lebih 25 meter dan lebar empat meter itu diketahui ambruk karena tak kuat menahan derasnya arus Sungai Serang di Wonosegoro.

Sebelumnya hujan lebat sempat terjadi selama dua hari hingga menyebabkan jembatan putus. Akibat kejadian itu, warga kedua desa terpaksa melewati jalan memutar untuk menyebrang sungai. Kini, pada bagian yang rubuh telah dibangun jembatan sasak sementara. Jembatan darurat bertahan hingga dua tahun pasca pembangunan.

Kepala Desa Bandung, Handoyo, membenarkan jika perbaikan jembatan akan dilakukan tahun ini. “Iya sudah ada kabar kepada pemerintah desa soal perbaikannya pada 2019,” ujar Handoyo, kepada Solopos.com, Senin (4/3/2019).

Rp2 Miliar

Dia menambahkan jembatan akan diperbaiki dengan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dan tidak menggunakan dana desa (DD). Alasannya jembatan tersebut akan digunakan sebagai lalu-lintas utama dua desa.

Sementara itu data yang dihimpun Solopos.com, lewat Paket Kegiatan Fisik 2019 Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Boyolali mencatat Jembatan Bandung Wonosegoro akan dibangun dengan APBD 2019 senilai Rp2 miliar.