Polisi Menduga Kebakaran Gudang Danukusuman Solo Akibat Korsleting

Petugas melakukan pembersihan dan pembasahan di lokasi kebakaran gudang di Danukusuman, Serengan, Solo, Kamis (7/3 - 2019) pagi. (Solopos/Ratih Kartika)
07 Maret 2019 12:55 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SERENGAN -- Polisi menduga kebakaran di rumah dan ruko di Jl. Dewi Sartika RT 007/RW 004, Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Solo, disebabkan korsleting dari rumah kosong milik Budi Harsono.

Kasi Humas Polsek Serengan, Aiptu Suhariyanto, mewakili Kapolsek Serengan, Kompol Giyono dan Kapolresta Surakarta/Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan dugaan sementara karena konsleting listrik dari rumah kosong milik Budi Harsono.

"Saksi 1 [Raka Hadi Mulyo] baru melihat televisi di rumahnya (belakang TKP) Rabu malam mendengar suara pletek-pletek kemudian selang 15 menit keluar rumah untuk mengecek suara itu dan terlihat dari rumah kosong bagian belakang terbakar kemudian api menjalar ke arah barat/Gudang Safari (gudang makanan ringan anak-anak) milik Budi Haryanto dan sebagian kecil merembet ke timur kearah Salon Mutiara," ujar Suhariyanto saat ditemui solopos.com di lokasi kejadian, Kamis (7/4/2019) dini hari.

Sementara itu, hingga Kamis pagi, sejumlah petugas pemadam kebakaran (PMK) masih berusaha memadamkan kebakaran, termasuk melakukan pembasahan. Pukul 09.45 WIB, petugas damkar masih datang untuk melakukan pembasahan. Asap masih terus keluar dari bekas kebakaran.

Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Ssedangkan jumlah kerugian material belum ditaksir. Pihaknya masih melakukan penyelidikan, namun kuat dugaan kebakaran dipicu korsleting.

"Saat ini masih dalam proses pendinginan. Jam 02.00 WIB kondisi masih panas. Banyak damkar dari Solo, Karanganyar, dan Sukoharjo yang datang. Masih perlu waktu lama penyelidikannya. Dugaan masih konsleting listrik. Kepastian masih lama penyebab masih lama dan dalam penyelidikan," kata Giyono saat dihubungi solopos.com, Kamis.