500 Siswa Penerima BPMKS Dapat Prioritas Belanja Mulai Maret Sampai Desember

Orang tua siswa pemegang kartu BPMKS antre di depan Toko Serba Penni di kawasan Singosaren, Solo, meski toko belum buka, Selasa (25/12 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
07 Maret 2019 16:22 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Dinas Pendidikan (Disdik) Solo memprioritaskan 500 penerima Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS) untuk berbelanja keperluan pendidikan mulai Maret hingga Desember.

Ke-500 siswa penerima BPMKS tersebut belum membelanjakan bantuan tahun lalu mereka secara optimal. Kepala Disdik Solo, Etty Retnowati, mengatakan Surat Keputusan (SK) mengenai penerima BPMKS 2019 dan sisa 2018 yang belum menggunakan dana bantuan telah ditandatangani Wali Kota Solo.

“Waktu pembelanjaan dana BPMKS lebih lama, Maret hingga Desember. Untuk 500 siswa yang belum membelanjakan dana BMPKS tahun lalu akan diprioritaskan untuk membelanjakan dana bantuannya. Kami juga memberikan prioritas untuk siswa kelas akhir [VI SD, IX SMP dan XII SMA/K] karena mereka segera lulus,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (5/3/2019).

Bagi siswa yang belum sempat membelanjakan dana BPMKS tahun lalu, mereka diminta tak khawatir. Uang tersebut tidak akan hilang, justru akan dirapel dengan anggaran tahun ini.

“Misalnya SD [sekolah dasar] mendapat dana bantuan Rp450.000. Kalau tahun lalu belum dibelanjakan, tahun ini mendapat Rp900.000. Yang penting hak mereka tidak hilang,” ujarnya.

Waktu pencairan BPMKS tahun ini lebih panjang dibanding tahun lalu yang hanya dua pekan. Saat ini sudah Disdik menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada penerima BPMKS.

Etty mengatakan siswa yang lulus sekolah 2019 mendapat prioritas. Sekitar Juni harus selesai pencairannya. Untuk mencairkan BPMKS harus mengumpulkan beberapa berkas persyaratan, di antaranya surat permohonan yang harus ditandatangani orang tua yang dikoordinasikan pihak Sekolah.

“Setelah seluruh persyaratan diterima sekolah, berkas diteruskan ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPPKAD], untuk segera dicairkan,” ujar dia.

Pencairan BPMKS tetap ditentukan oleh kesigapan orang tua memenuhi persyaratan yang diperlukan. ”Saat sudah masuk di BPPKAD masih ada tahapan verifikasi juga. Jadi orang tua juga harus cepat memenuhi persyaratannya,” jelas dia.

Disdik akan menambah jumlah toko mitra. Semula hanya 15 toko, kini bertambah menjadi 24 toko yang tersebar merata di seluruh kecamatan. Tujuannya mengantisipasi penumpukan antrean yang menjadi kendala dalam pencairan BPMKS tahun lalu.

“Pencairan tahun lalu menjadi evaluasi. Ada sejumlah perbaikan pada tahun ini. Kami memastikan pencairan BPMKS 2019 tidak ada kendala lagi. Selain sistem yang lebih mapan, jumlah toko mitra dan jenis barang yang disediakan juga ditambah,” kata dia.