Jembatan Plampang Sragen Ditutup karena Fondasi Tiang Retak

Jembatan Plampang di Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, Sragen, ditutup total setelah rusak pada bagian fondasi tiang, Kamis (7/3 - 2019). (Istimewa/Catur Sarjanto)
07 Maret 2019 15:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN —Jembatan Plampang yang menjadi akses utama Desa Wonotolo menuju Kota Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ditutup total setelah terjadi keretakan pada bagian fondasi tiang, Kamis (7/3/2019).

Hujan yang mengguyur kawasan Sragen dan sekitarnya akhir-akhir ini membuat debit air di Sungai Ceme meninggi. Tumpukan sampah dan batang pepohonan yang hanyut ke sungai banyak tersangkut di tiang jembatan.

Pada Kamis pagi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen dan warga sekitar sudah berencana mengevakuasi sampah dan batang pepohonan yang tersangkut di tiang jembatan itu.

“Begitu kami tiba di lokasi, ternyata kerusakan jembatan bertambah parah karena guyuran hujan semalaman. Hal itu membuat tim dari BPBD dan warga sekitar tidak berani mengevakuasi sampah dan batang pepohonan di bawah jembatan. Melihat kondisi jembatan yang membahayakan pengguna jalan, maka jembatan kami tutup total,” terang Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, saat dihubungi solopos.com, Kamis.

Kerusakan jembatan itu terlihat pada bagian fondasi tiang yang ambrol. Tiang jembatan juga patah pada bagian atas akibat ambrolnya fondasi. Hal itu membuat badan jembatan menjadi ambles.

Selain menjadi akses utama menuju Kota Kecamatan Gondang, Jembatan Plampang juga menjadi akses warga Desa Wonotolo ke Desa Plosorejo atau sebaliknya.

“Sebelumnya jembatan itu menjadi akses kendaraan roda empat. Namun, sekarang sudah tutup total. Mengingat besarnya manfaat jembatan itu bagi warga di dua desa itu, kami berharap jembatan itu bisa diperbaiki secara permanen secepatnya,” terang Camat Gondang, Catur Sarjanto.