Tanggul Kali Dengkeng di Cawas Klaten Jebol, Begini Dampaknya

Jalan di RW 007, Desa Japanan, Cawas, Klaten, tergenang air akibat luapan Kali Dengkeng, Rabu (6/3 - 2019) malam. (Solopos/Ponco Suseno)
07 Maret 2019 06:35 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN –Tanggul Kali Dengkeng di RW 007, Dukuh Turasan, Japanan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, jebol, Rabu (6/3/2019) pukul 18.00 WIB.

Selain menggenangi puluhan hektare areal pertanian siap panen, jebolnya tanggul itu juga mengancam 70 kepala keluarga (KK) di dukuh setempat terisolasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com,hujan deras mulai mengguyur daerah RW 007 yakni Dukuh Turasan, Japanan, Kecamatan Cawas, Rabu pukul 14.00 WIB. Lokasi RW 007 berjarak kurang dari satu kilometer dari bibir Kali Dengkeng yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Selain di Turasan, hujan juga melanda di daerah hulu Kali Dengkeng. Hal itu mengakibatkan volume air di Kali Dengkeng meningkat drastis.

Pukul 18.00 WIB, warga di RW 07, Paseban dikagetkan dengan luapan air akibat jebolnya tanggul Kali Dengkeng. Warga tak berani mendekati bibir Kali Dengkeng karena kondisi di sekitar Paseban masih diguyur hujan.

Pantauan solopos.com, hingga pukul 22.00, WIB, kondisi di RW 007, Desa Paseban masih diguyur hujan. Hal ini mengakibatkan tanaman padi siap panen di sekitar RW 007 terendam luapan air sepenuhnya.

“Di RW 07 ada 70 kepala keluarga (KK). Lokasi di sini persis di bagian utara Kali Dengkeng. Posisi tanggul memang kurang baik sehingga jebol. Harapannya dapat diperbaiki permanen. Di sini memang salah satu daerah langganan banjir. November 2017, kami sempat terisolasi karena banjir. Kalau kondisinya hujan terus seperti ini, kemungkinan bisa terisolasi lagi ,” kata Ketua RW 07 Desa Paseban, Suparli, 53, saat ditemui wartawan di Paseban, Rabu  malam.

Warga RT 014/RW 07, Desa Paseban, Kecamatan Cawas, Bambang, 48, menambahkan luapan air dari Kali Dengkeng menggenangi tanaman padi miliknya seluas dua patok. Satu patok seluas 1.800 meter persegi.

"Di sekitar sini ada lahan pertanian sekitar 30 hektare-40 hektare. Rata-rata sudah siap panen. Seperti milik saya juga sudah siap panen. Dengan terendamnya tanaman padi saat ini, sudah hampir pasti gagal panen.Kami berharap, tanggul yang jebol segera diperbaiki secara permanen, dari Dukuh Padon ke Dukuh Turasan. Jangan hanya diberi karung,” katanya.

Anggota DPR RI, Endang Srikarti Handayani, turut mengecek kondisi di RW 07, Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Rabu malam.

Setelah memperoleh informasi dari warga terkait penyebab jebolnya tanggul di Kali Dengkeng, Endang Srikarti Handayani menjalin komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Tanggul jebol di sekitar sini sudah kedua kali. Kali ini dampaknya justru lebih besar. Kami berharap, perbaikan tanggul yang jebol itu memang dilakukan secara permanen. Sebagai wakil rakyat, saya akan ikut mengurus hal ini. Soalnya banyak sawah yang tergenang sehingga gagal panen. Perbaikan tanggul jangan setengah-setengah agar masyarakat tak waswas,” katanya.

Saat Endang Srikarti Handayani meninggalkan lokasi RW 07, Desa Japanan, dia bertemu dengan Kepala BBWSBS Charisal A. Manu. 

“Hujan yang berlangsung saat ini di atas 100 mm. Sehingga [Kali Dengkeng] tak kuat menampung air yang ada. Ibaratnya, mestinya muatan diangkut dengan truk. Tapi, ini diangkut dengan pikap. Sangat memungkinkan memperbaiki secara permanen karena ini sudah menyangkut ketahanan pangan,” katanya.

Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Dohdy Hermanu, mengatakan hujan deras yang melanda di Kabupaten Bersinar mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

Di antara daerah terdampak banjir berada di Kecamatan Bayat, Kecamatan Trucuk, Kecamatan Cawas, dan Kecamatan Wedi.