Longsor di Ngargoyoso Karanganyar, 1 Orang Tertimbun Material

Warga, relawan, Koramil, dan Polsek Ngargoyoso mengevakuasi material longsor di Dusun Ndrojo, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Kamis (7/3/2019). (Solopos - Wahyu Prakoso)
07 Maret 2019 19:15 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Longsor terjadi di Dusun Ndrojo, Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar disebabkan hujan selama tiga hari terakhir. Satu orang tertimbun material dan dilarikan ke rumah sakit, Rabu (6/3/2019).

Salah satu saksi, Sunarjo, 60, menjelaskan saat itu waktu magrib tiba-tiba dia mendengar runtuhan tanah longsor dari tebing setinggi enam meter yang menimpa tembok belakang rumah milik Wiryo Suginem.

"Tembok bagian bawah terdorong ke dalam rumah, yang atas ke arah luar rumah. Saat itu Mbah Wiryo Suginem sedang tiduran di kamarnya dan tertimpa material. Kami dan tetangga lainnya mendekat dan mengevakuasi korban. Seluruh badannya tertimbun material kecuali dada dan kepala. Kami langsung membawa dia ke RS PKU Karanganyar, lalu di rujuk ke RSUD dr. Moewardi. Kabarnya bagian punggungnya akan dioperasi,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di lokasi, Kamis (7/3/2019).

Sunarjo menjelaskan wilayahnya diguyur hujan selama tiga hari terakhir. Dia mengatakan tujuh tahun lalu di tempat yang sama juga longsor tetapi tidak sampai merusak rumah. Pada saat itu dibangun penyangga untuk menahan tebing.

Salah satu perwakilan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Ngargoyoso, Sartono, 40, mengatakan sejak Rabu terdapat beberapa lokasi longsor. Warga, sukarelawan, Polsek, dan Koramil, melakukan kerja bakti bersama menangani longsor tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, terdapat 12 bencana longsor dan satu lokasi banjir yang dilaporkan hingga Kamis pukul 13.00 WIB.

Jumlah korban meninggal satu orang di jalan Solo-Tawangmangu, Desa Plumbon RT 003/RW 004, Tawangmangu, Karanganyar. Satu orang lainnya dilarikan ke RSUD dr. Moewardi Solo.

Kepala BPBD Karanganyar, Bambang Djatmoko, menjelaskan sudah membagi lima tim untuk mengevakuasi bencana. Dia mengaku hingga Kamis masih ada laporan dari warga.

“Ini masih puncaknya musim penghujan, masyarakat kami imbau untuk selalu berhati-hati. Saat ini sudah ada kemudahan mencari informasi berkaitan dengan cuaca. Manfaatkan informasi itu dari BMKG atau lembaga resmi pemerintah lainnya. Perlu untuk meningkatkan kepedulian kita kepada lingkungan,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di kantornya.