27 Warga Colomadu Karanganyar Terkena DBD

Ilustrasi Nyamuk (Solopos - Whisnupaksa)
07 Maret 2019 22:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sedikitnya 27 orang warga Colomadu, Karanganyar, terjangkit demam berdarah dengue (DBD) pada Januari-Februari 2019. Dari jumlah itu 22 orang di antaranya berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Colomadu II.

“Sekarang ini terjadi peningkatan tajam angka penderita DBD. Tahun lalu jumlah DBD di Puskesmas Colomadu II hanya 10 orang. Berdasar data Januari dan Februari sudah 22 orang atau dua kali lipat dari angka penderita DBD sepanjang 2018,” ujar Kepala Puskesmas Colomadu II, Ririn Nurliyani, ketika ditemui di kantornya, Rabu (6/3/2019).

Guna meminimalkan penularan DBD, Puskesmas Colomadu II langsung mengirim petugas ke lokasi tiap ada kasus guna memeriksa 20 rumah di sekitar tempat kejadian. Petugas langsung melakukan penyelidikan epidemologi (PE) dan memeriksa jentik-jentik nyamuk.

Jika ditemukan jentik-jentik, petugas langsung memberantasnya. Selain itu petugasnya juga melakukan penyuluhan kepada keluarga korban.

Biasanya, ujar Ririn, jika di satu lokasi terdapat warga yang terjangkit DBD, sering kali didapati jentik-jentik nyamuk. Bahkan bisa dipastikan di tempat itu terdapat banyak jentik-jentik terfokus di beberapa titik.

Hal ini dinilai sebagai penyebab menjangkitnya penyakit, meski tidak di rumah orang yang terjangkit DBD. “Sebanyak 22 orang yang terjangkit DBD itu sudah pulang dari rumah sakit. Sekarang ini masih ada satu yang dirawat di rumah sakit, tapi belum memberi tahu ke Puskesmas Colomadu II,” ujar Ririn.

Wilayah kerja Puskesmas II Colomadu, Karanganyar meliputi Klodran, Gedongan, Tohudan, Baturan, dan Blulukan. Warga terjangkit DBD paling banyak di Desa Tohudan sebanyak delapan orang, disusul Gedongan lima orang, Blulukan empat orang, Klodran tiga orang, dan Baturan dua orang.

Dia mengungkapkan sebaran penderita DBD di wilayah kerjanya mengalami pergeseran. Desa Tohudan yang tahun lalu relatif aman dari DBD sekarang justru paling banyak warganya yang terjangkit DBD. Sedangkan Blulukan yang tahun lalu menjadi daerah yang banyak didapati warganya terjangkit DBD, saat ini menurun drastis.

Terpisah Kepala Puskesmas Colomadu I, Merdikaningtyas Kusumaningsih mengatakan lima orang yang terjangkit DBD di wilayah kerjanya terdapat di Desa Malangjiwan. Tahun lalu dalam satu tahun hanya tujuh orang yang terjangkit DBD.

“Sekarang ini curah hujan memang cukup tinggi dan ini mungkin terkena siklus lima tahunan DBD. Biasanya daerah yang rawan DBD di wilayah Puskesmas I itu di Desa Ngasem. Tapi tahun ini yang sudah berjalan dua bulan, Ngasem tidak ditemukan warga yang terkena DBD,” kata dia.